Otavio Duta harus menepi dalam pertandingan menghadapi Ps Barito Putera di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (8/4)
Badai Cedera Hantam Lini Belakang Green Force
Bahkan Turun Tangga Saja, Dutra Tidak Mampu

Kekuatan lini belakang Persebaya Surabaya benar-benar dalam krisis dalam beberapa pekan ke depan. Itu setelah dua stopper terbaik Green Force, Otavio Dutra dan Rachmat Irianto harus istirahat total dalam waktu lama setelah keduanya mengalami cedera parah saat melawan Barito Putera di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (8/4) lalu.

               Rian mengalami cedera patah tulang kaki kiri dan sudah menjalani operasi pemasangan empat pen di National Hospital, Senin (9/4) tadi. Agar sembuh total dan bisa kembali bermain bola, kapten Timnas U-19 itu harus istirahat total selama tiga bulan. Sementara Dutra, masih belum ada kepastian seberapa parah cedera yang dia alami.

               "Karena saya harus menunggu hasil MRI ( Magnetic Resonance Imaging) untuk bisa memastikan cedera apa yang saya alami," kata Dutra. Menurut pemain jangkung asal Brasil itu, proses MRI tersebut belum bisa dilakukan secepatnya karena lutut kanannya masih mengalami bengkak parah.

               Dia sampai saat ini, masih belum bisa berjalan dengan sempurna. Bahkan, untuk turun dari anak tangga saja, dia mengeluh sakit yang hebat. "Saya khawatir ada otot yang robek di bagian dalam. Karena sampai saat ini lutut saya tidak bisa ditekuk. Ini adalah cedera paling berat yang saya alami sepanjang karir," beber dia.

               Dutra menghadapi petaka tersebut ketika berebut bola dengan gelandang serang Barito, Paulo Sitanggang. Saat itu, bola yang datang dari arah kiri gawang Persebaya langsung dipotong oleh Dutra. Aksi intercept Dutra sejatinya berjalan sukses. Namun, dalam waktu bersamaan, Paulo tetap saja menendang bola yang sudah berada di dalam kaki Dutra.

               "Dia (Paulo, Red) menendang bola beserta kaki saya. Saat itu, saya merasa ada yang bunyi di bagian lutut dan terasa sangat sakit," ungkapnya. " Dari situ, saya sudah tidak bisa bermain lagi," sambungnya. Memang, dalam cuplikan ulang pertandingan, terlihat jelas tendangan keras menghantam dari Paulo menerjang kaki pemain berusia 35 tahun ini. (*)

 

BERITA LAINNYA