Kondisi Terkini Rachmat Irianto usai menjalani operasi pemasangan pen (Persebaya)
Perkembangan Terbaru Dua Stopper Persebaya
Operasi Rian Berjalan Sukses, Dutra Segera Lakukan MRI

Tangis Bejo Sugiantoro pecah begitu melihat anaknya, Rachmat Irianto selesai menjalani operasi pemasangan pen di telapak kaki kirinya. Legenda hidup Persebaya yang menemani Rian sapaan akrab Rachmat Irianto sejak Senin (9/4) pagi itu terlihat tegar melihat kondisi anaknya.

 " Saya sama dia itu tidak pernah menangis, baru kali ini. Saya tahu Rian, dia orangnya kuat, kalau tidak parah dia tidak akan terbaring," ujar  Bejo. "Dia punya semangat tinggi mengalahkan aku saat masih muda dulu," timpalnya.

 Rian sendiri menjalani operasi di National Hospital Surabaya pada pukul 10.30 WIB dan selesai pada pukul 12.30 WIB. Dalam operasi tersebut, Rian mendapat empat pen di telapak kaki kirinya.

 Adalah Dokter  Pramono Ariwibowo Sp.OT yang menangani palang pintu Persebaya itu. Rencananya, Rian baru dapat keluar dari rumah sakit pada Kamis (12/4). " Tapi, Kamis itu masih rencana dari dokter kita lihat nanti," ujar Bejo meneruskan informasi dari sang dokter.

 Rian saat ini masih terbaring lemas di ruang operasi dan saat ini lagi menunggu efek reda dari obat bius pada kakinya. "Saya sehat, hanya saja saya merasa keram, kaki kanan saya tidak bisa gerak," ujar Rian dari ruang operasi.

 Lebih lanjut, Rian mengatakan ketika operasi tadi dirinya tidak merasa apapun. "Tahu tahu dokter bilang operasi sudah selesai. Saya ucapkan terimakasih atas doa dan dukungan dari sahabat sahabat sekalian. Saya ingin cepat sembuh dan membela Persebaya lagi," ungkap kapten Timnas U-19 itu.

 Sementara itu bek Persebaya, Otavio Dutra  menunjukan tanda-tanda mengalami cedera serius, stopper asal Brasil itu akan segera  menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari lutut kanannya yang mengalami cedera.

" Harapan saya tidak ada masalah berat dan tidak harus sampai operasi. Saya ingin kembali memperkuat tim. Saya tidak mau mereka berjuang sendirian," ujar Dutra. (*)

 

 

BERITA LAINNYA