Sambil menjatuhkan diri bola cocoran bek Persebaya Hansamu Yama Pranata (kanan) tak bisa dihentikan Muhammad Ridho, kiper Madura United, meluncur deras ke gawang yang kosong. Satu gol Hansamu memastikan Persebaya menang 3-2 atas Madura Unted pada laga leg kedua semifinal Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan tadi malam (6/4). (Persebaya)
Dibalik Kemenangan Persebaya Atas Madura United
Kunci Permainan Ngosek si Gunung Ganteng

Hansamu Yama Pranata tidak mau disebut sebagai pahlawan kemenangan Persebaya atas Madura United. Centre back Persebaya itu menegaskan, tidak penting dia cetak gol. Paling penting adalah kemenangan Persebaya.

”Tidak istimewa saya cetak gol,” tegas Yama. ”Di atas segalanya adalah kemenangan Persebaya. Bukan siapa pemain yang cetak gol,” lanjutnya.

Menurut Yama, ada satu hal yang membuat dia begitu termotivasi dalam pertandingan melawan Laskar Sappe Kerab. Yaitu motivasi dari Abu Rizal ”Rodeg” Maulana.

”Sebelum pertandingan Rodeg bilang kepada saya. Tuan rumah tidak boleh menang. Persebaya harus menang,” ungkap Yama tentang pesan Rodeg.

Motivasi dari Rodeg itu terus terngiang di benak Yama sepanjang pertandingan. Saat Persebaya tertinggal, dia terus memompa semangat rekan-rekannya untuk segera membalas. Hasilnya luar biasa, Persebaya tidak hanya mengamankan tiket ke final. Namun, meraih victory di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

Semangat Rodeg kepada Yama adalah bentuk profesionalisme sejati seorang pemain. Meski asli Madura, Rodeg menjunjung tinggi kehormatan tim yang dibelanya, Persebaya.

Yama dan Rodeg sama-sama produk Kompetisi Internal Persebaya. Kehebatan dan profesionalisme mereka akan menginspirasi pemain-pemain muda Persebaya yang kini menempa diri di Lapangan Persebaya di Karanggayam.

Terima kasih Rodeg. Terima kasih si Gunung Ganteng. (*)

BERITA LAINNYA