Azrul Ananda, Presiden Klub Persebaya (dua dari kiri) dan Bejo Sugiantoro, pelatih Persebaya U-19 (tengah) bersama William Joseph Johnston MLA, Menteri Keterlibatan Asia (dua dari kanan) sepakat membawa Persebaya U-19 berlatih di Perth, Australia Barat. Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Chris Barnes, Konjen Australia di Surabaya (paling kiri) dan Jennifer Matthews, komisioner pemerintah Australia Barat di Jakarta (paling kanan). (Persebaya)
Persebaya Surabaya Jalin Kerja Sama Dengan Pemerintah Australia Barat
Persebaya U-19 Jalani Training Camp di Australia

SKUAD Persebaya Surabaya U-19 mendapatkan kesempatan bagus untuk meningkatkan performa mereka sebelum tampil di Liga 1 U-19 musim 2018 nanti. Ya, tim besutan Bejo Sugiantoro itu rencananya akan menjalani training camp di Perth, Australia Barat mulai 28 Juni sampai 4 Juli mendatang.

Presiden Persebaya, Azrul Ananda mengatakan, program pemusatan latihan selama sepekan di Perth tersebut adalah rencana lama. "Sebenarnya kami dengan pemerintah Australia Barat sudah membicarakan program ini sejak awal tahun. Namun, belum bisa dieksekusi karena masih menunggu kepastian jadwal kompetisi," kata Azrul.

Nah, setelah jadwal kompetisi Liga 1 sudah dikeluarkan oleh operator PT LIB (Liga Indonesia Baru), Azrul lantas mengontak pemerintah Australia Barat dan kedua belah pihak bertemu di salah satu hotel mewah di Surabaya, siang tadi (27/3). "Kami bersepakat akhir Juni berangkat ke Australia. Ini kesempatan bagus bagi pemain-pemain muda mendapat banyak pengalaman di sana," lanjutnya.

Pria berusia 40 tahun ini menjelaskan, Australia memang terkenal memiliki perkembangan Sports Science yang sangat maju. Dengan begitu, Australia adalah salah satu destinasi sangat tepat untuk belajar olahraga, termasuk sepak bola. Dan, itu sangat bagus, terutama untuk mereka yang masih dalam tahap pembinaan.

"Satu hal yang paling penting dari program ini adalah kerjasama bilateral yang murni untuk pembinaan bibit muda," ungkap ayah tiga anak itu. "Karena setelah kami ke sana, pemain-pemain muda dari Australia juga berencana datang ke Surabaya. Kerja sama ini sangat positif bagi kedua negara, terutama Surabaya dan Perth," tegas Azrul.

Dalam pertemuan singkat namun padat diskusi itu, pemerintah Australia Barat diwakilkan langsung oleh William Joseph Johnston MLA, Menteri Keterlibatan Asia.

Bill, panggilan William, tidak sendirian, melainkan didampingi langsung oleh Konsulat Jendral Australia di Surabaya, Chris Barnes, Manajer Pengembangan Bisnis Pemerintah Australia Barat, Maharini Rahsilaputeri, Jennifer Mathews, komisioner pemerintah Australia Barat di Jakarta, dan Ron Sao, penasehat kebijakan utama. Sementara dari manajemen Green Force —julukan Persebaya— Azrul Ananda didampingi oleh pelatih Persebaya U-19, Bejo Sugiantoro.

"Kami sangat senang dengan kerja sama ini. Apalagi, Persebaya akan mengirimkan tim mudanya ke Perth di bulan Juni nanti," kata Bill di ujung pertemuan. "Tentu, ini akan sangat bagus untuk pengembangan sepak bola bagi Surabaya dan Perth. Kami sangat bersemangat, tidak sabar menantikan program ini dan berbagi berbagai hal dengan para pemain muda," tegasnya.

Dalam perkembangan yang sama, Bejo Sugiantoro menambahkan, kerja sama yang dilakukan oleh manajemen Persebaya dan pemerintah Australia itu adalah sebuah terobosan besar dan bisa mempercepat pembinaan sepak bola usia muda di Surabaya. "Program ini sangat bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain," ucap legenda hidup Persebaya itu. (*)

BERITA LAINNYA