Ruben Sanadi saat menjalani sesi latihan bersama Persebaya musim lalu. Meski diminati banyak tim, Ruben lebih memilih menetap di Persebaya. (Persebaya)
Catatan Persebaya
Belajar Arti Loyalitas dari Ruben Sanadi

Beruntunglah Persebaya musim depan masih diperkuat Ruben Sanadi. Seperti dirilis situs Official Persebaya, pemain kelahiran Papua ini akan kembali menguatkan sisi kiri pertahanan Green Force. 

Tak terbantahkan, Ruben, salah  satu wing back terbaik di negeri ini. Banyak yang meyakini, sejatinya dia layak dipanggil Timnas. Bahkan, seorang Andik Vermansyah, saat bertemu dalam proses negosiasi beberapa waktu lalu juga mewanti-wanti hal ini. Jangan sampai Persebaya kehilangan Ruben Sanadi. 

Kepada Ruben Sanadi, tak sekadar kemampuan teknik maupun leadership yang bisa dikagumi dan dinikmati. Ada yang lebih dari itu; Loyalitas. 

Ya, boleh saja banyak muncul perdebatan dan persepsi mengartikan kata ini. Bagi Ruben, definisi loyalitas tak lagi penting. Tetapi, dia memberi contoh langsung. Bagaimana menghargai dan menyintai sebuah klub. 

Ruben Sanadi (kanan) bersama Rachmat Irianto dan Bejo Sugiantoro berfoto setelah pertandingan. (Persebaya)

Mari simak cerita di bawah ini. 

Tiga bulan sebelum kompetisi berakhir, manajemen dan pelatih telah menginvetarisir nama-nama pemain yang akan dipertahankan. Dan, nama Ruben Sandi berada di daftar teratas rekomendasi pelatih. Pendekatan personal dilakukan, tapi Ruben memilih bersikap profesional; menunda semua pembicaraan terkait masa depan hingga sampai pertandingan akhir kompetisi. Semua menghormati.

Dan, setelah laga berakhir, proses negosiasi kembali dilakukan. Sedikitnya, tiga kali pertemuan dilakukan mencari titik temu kesepakatan. Syukur, akhirnya deal dan Ruben Sanadi bertahan  di Persebaya. 

Satu hal yang membanggakan dibalik proses itu semua, adalah pilihan untuk tetap bertahan di Persebaya. Entah, ini diartikan loyalitas atau apa, yang pasti butuh keberanian dan keyakinan yang luar biasa bagi Ruben serta keluarga untuk ambil keputusan tersebut. Apa itu? Dia harus mengabaikan iming-iming uang berlimpah  untuk meninggalkan Persebaya.

Beberapa klub besar memang berebut meminta tanda tangannya. Bahkan, sampai ada petinggi klub datang kerumahnya di Jakarta. Tawarannya sederhana: Ruben minta berapa ke Persebaya dan dia akan menggandakannya. Kalau Ruben mau, langsung disodori kontrak dua tahun dan nilai kontrak setahun di depan akan dibayar cash. Wow!

What? Ruben dengan halus menolak tawaran ini. Kendati saat itu, masih belum deal dengan Persebaya, dia memilih memprioritaskan klub kebanggaan arek-arek Bonek ini.  

“Saya memang  pernah begitu kuat  untuk meninggalkan klub ini (Persebaya). Saya marah saat kami diperlakukan seperti itu (bus pemain dihadang sekelompok orang sepulang dari laga away ke Perseru  Serui). Sakit sekali. Tapi,  itu tak cukup alasan bagi saya untuk menerima tawaran lain. Apalagi hanya sebatas uang.  Hati saya ada di sini. Keluarga pun mendukung dan nyaman,” aku Ruben Sanadi. 

Sederet kalimat di atas, cukuplah menjawab di level berapa dedikasi Ruben Sanadi berada. Ruben pun tak ambil pusing, apakah ini layak disebut loyalitas atau bukan. Tak soal. Baginya,  pilihan sudah dijatuhkan. Dan, Persebaya akan kembali diperkuat musim depan. 

Dan, anda mungkin penasaran dan bertanya, jadinya berapa nilai angka yang membuat Ruben bertahan?  Ah, biarlah ini menjadi rahasia antara manajemen Persebaya, Ruben dan tentu saja, owner klub yang sempat mengiming-imingi segepok uang pada Ruben Sanadi untuk pindah main hati.  WANI! (ram)

BERITA LAINNYA