Pelatih Persebaya (Kiri) bersalaman dengan pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso (Kanan). Kedua pelatih ini akan beradu taktik di Stadion Surajaya, Lamongan pada Jumat (30/3). (Persebaya)
Persebaya Kontra Persela

Wajib Menang Di Kandang Mantan

  AWAY perdana Persebaya Surabaya di kompetisi kasta tertinggi dengan bertandang ke kandang Persela Lamongan, besok (30/3) sore, bakal sarat kenangan bagi para pelatih. Dan, itu tidak hanya untuk Green Force --julukan Persebaya -- semata, melainkan juga untuk tuan rumah, Laskar Joko Tingkir, begitu Persela sering disebut. Sebab, kedua pelatih sama - sama memiliki kenangan dengan tim yang akan menjadi lawan mereka di pekan kedua Liga 1 itu. Pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera misalnya, pernah memiliki jejak keringat bersama tuan rumah dengan berstatus asisten pelatih untuk Subangkit di Persela pada musim 2013 lalu.        

   Sedangkan Aji Santoso, pelatih Persela saat ini, malah memiiki sejarah yang sangat panjang bersama Green Force. Sebab, pria kelahiran Malang 47 tahun lalu itu, pernah menjadi pemain dan pelatih di Persebaya. Aji berseragam Persebaya pada musim 1995-1999 serta menjadi pelatih kepala pada musim 2010-2011.Dengan begitu, laga yang akan berlangsung di Stadion Surajaya Lamongan itu, akan sarat makna bagi mereka berdua, sama - sama melawan sang mantan. Lantas bagaimana ekspresi kedua pelatih terkait laga besok. "Saya memang pernah di Lamongan. Tapi, saya sekarang bersama Persebaya. Saya ingin memenangkan laga ini bersama Persebaya,” kata Alfredo.

 

     Memang, meski tidak memiliki sejarah panjang bersama Persebaya seperti Aji, namun pelatih asal Argentina ini sudah sangat akrab dan kenal dengan karakter permainan Persebaya yang ngotot dan ngeyel. Itu sudah dia buktikan dengan sukses membawa Persebaya promosi ke Liga 1 dengan status juara Liga 2.Bahkan, dalam latihan terakhir yang berlangsung di Lapangan Jenggolo, sore tadi, pelatih berusia 45 tahun itu sudah mencoba berbagai strategi dan formasi sebelum menghadapi Persela. Latihan bola pendek dengan mengutamakan penguasaan bola mendominasi latihan yang digelar selama dua jam itu.

       Hanya saja, dalam laga yang berlangsung tanpa dukungan bonek tersebut, Alfredo tidak bisa memainkan tiga pilar terbaiknya, Nelson Alom, M. Hidayat dan Rachmat Irianto yang masih mengalami cedera. Rian, sapaan akrab Irianto mengalami cedera hamstring setelah memperkuat Timnas U-19 melawan Jepang, akhir pekan lalu. Di sisi lain, sama dengan Alfredo, Aji juga mengungkapkan bahwa dia tetap bersikap profesional meski lawan yang dihadapinya adalah tim yang pernah membesarkan namanya. "Tapi, saya tetap respect dengan Persebaya. Dan, kami harus tetap berhati - hati. Karena, saya kira cara main Persebaya tetap sama dari kaki ke kaki dengan mengutamakan penguasaan bola," kata mantan pelatih Timnas itu. (*)

 

 

BERITA LAINNYA