Penjaga gawang Persebaya, Reza Arya Pratama, menyambut positif persaingan di sektor penjaga gawang menjelang bergulirnya Piala Presiden 2026. Menurutnya, kompetisi yang sehat antarpemain justru akan mendorong setiap kiper terus meningkatkan kualitas demi memberikan yang terbaik untuk Green Force.
Persebaya akan memulai perjalanan di Grup B Piala Presiden 2026 dengan menghadapi Persija Jakarta, Minggu (26/7) di Stadion Gelora Bung Tomo. Selain Persija, Bajol Ijo juga akan bersaing dengan PSMS Medan dan klub asal Thailand, Port FC, untuk memperebutkan tiket ke babak berikutnya.
Menjelang laga perdana tersebut, Reza menegaskan dirinya selalu siap apabila mendapat kepercayaan dari pelatih Bernardo Tavares. Namun, ia juga menghormati setiap keputusan yang diambil tim pelatih terkait siapa yang akan diturunkan di bawah mistar.
"Kalau mendapat kesempatan bermain, saya ingin memberikan penampilan terbaik. Target saya tentu mencatatkan clean sheet dan membantu tim meraih kemenangan. Dengan performa yang baik, saya berharap bisa terus mendapatkan kepercayaan dari pelatih," ujarnya pada Kamis (23/7).
Musim 2026/2027 menjadi babak baru dalam perjalanan karier Reza. Setelah tujuh musim memperkuat PSM Makassar, kiper berusia 26 tahun itu untuk pertama kalinya merantau ke luar Sulawesi dengan menerima tantangan bersama Persebaya.
Kehadirannya membuat persaingan di posisi penjaga gawang semakin kompetitif. Green Force kini memiliki sejumlah kiper berkualitas seperti Ernando Ari Sutaryadi, Kenzo Albar, Ilham Al-Arif, dan Reza Arya yang sama-sama bersaing memperebutkan satu tempat di tim utama.
Meski demikian, Reza menilai persaingan tersebut menjadi sesuatu yang sehat dan penting bagi perkembangan tim.
"Persaingan pasti ada di setiap tim. Saya dan Ernando sudah saling mengenal karena pernah bersama di tim nasional. Kami adalah rekan satu tim sekaligus saling mendorong untuk berkembang. Siapa pun yang dipercaya bermain, semuanya demi kepentingan Persebaya," tandasnya.
Menurut mantan penjaga gawang PSM Makassar itu, suasana kompetitif justru membuat setiap pemain terus menjaga kualitas latihan dan selalu siap ketika kesempatan datang.
Reza juga memiliki target pribadi selama membela Persebaya. Namun, ia menegaskan seluruh ambisi tersebut harus berjalan seiring dengan kepentingan tim.
"Tentu saya memiliki target yang tinggi. Jika ada kesempatan menjadi yang terbaik, tentu kami akan berusaha meraihnya. Namun, ini adalah turnamen pramusim. Apa pun hasilnya nanti harus menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi Liga, karena fokus utama kami tetap ada di Super League," tutup Reza. (*)