Tribun Stadion Gelora Bung Tomo saat dipenuhi Bonek dan Bonita. (Persebaya)

Rp4,5 Juta untuk Satu Musim Bersama Persebaya

Bagi sebagian orang, Rp4,5 juta mungkin bukan angka kecil. Namun, bagi Deny Marlis Pradiga, nominal tersebut adalah harga untuk memastikan satu hal yaitu tidak ada lagi pertandingan kandang Persebaya yang terlewat musim ini.

Musim 2026/27 belum berjalan jauh ketika pria 31 tahun asal Kebomas, Gresik, itu sudah mengamankan Full Season Ticket Superfans + Jersey Persebaya 2026/2027.

Keputusan itu diambil tanpa banyak berpikir. Pengalaman musim sebelumnya menjadi pelajaran. Kala itu, Deny sempat melewatkan informasi mengenai Full Season Ticket. Kali ini, ia tidak ingin hal serupa terulang.

“Saya tidak boleh melewatkan paket tersebut, karena musim lalu ketinggalan info mengenai full season ticket,” ujarnya.

Bagi Deny, membeli tiket untuk satu musim bukan semata soal mendapatkan akses masuk stadion. Ada kepastian bahwa dirinya bisa mengikuti perjalanan Persebaya dari satu pertandingan kandang ke pertandingan kandang berikutnya tanpa harus kembali memikirkan tiket setiap kali matchday tiba.

Keputusan tersebut juga bukan pengalaman pertama Deny memiliki tiket musiman. Sebelumnya, ia pernah menjadi pemegang Bonek Card Full Season dan telah merasakan sendiri kemudahan serta berbagai benefit yang diberikan.

Karena itu, ketika Full Season Ticket kembali ditawarkan untuk musim 2026/2027, pertimbangannya relatif sederhana. “Tidak ada pertimbangan besar untuk membelinya karena benefit yang diberikan sangat menguntungkan,” katanya.

Paket Full Season Ticket BRI Super League 2026/2027 memberikan akses untuk menyaksikan 17 laga home Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Untuk kategori Superfans, tersedia paket Rp4,5 juta yang sudah termasuk Jersey Persebaya 2026/2027. Sementara bagi suporter yang tidak membutuhkan jersey, tersedia pilihan Rp4,25 juta.

Kategori Fans juga memiliki dua pilihan, yakni Rp2 juta untuk paket tiket plus jersey dan Rp1,75 juta untuk tiket tanpa jersey.

Benefit yang didapat tidak berhenti pada akses menyaksikan pertandingan selama satu musim. Pemegang Full Season Ticket juga memperoleh ID Card eksklusif dan lanyard, kebebasan memilih tribun, diskon 10 persen di Persebaya Store, tiga kali sesi trial Persebaya Academy, serta membership Bonek Royal selama satu tahun. Khusus kategori Superfans, tersedia pula pilihan add-on akses parkir mobil.

Namun, jauh sebelum Deny berbicara tentang tiket musiman, jersey, tribun, atau berbagai benefit tersebut, hubungannya dengan Persebaya sudah dimulai sejak ia masih kecil.

Cinta yang Tumbuh dari Rumah

Deny saat nonton langsung pertandingan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo. (Dok. Pribadi)


Deny menghabiskan masa kecilnya di Gembong, Surabaya. Di lingkungan tempat ia tumbuh, Persebaya bukan sesuatu yang asing.

Keluarga, teman, hingga tetangga di sekitarnya mayoritas merupakan Bonek. Kecintaan terhadap klub kebanggaan Kota Pahlawan itu hadir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Orang pertama yang mengenalkan Persebaya kepadanya adalah sang ayah. “Yang mengenalkan keluarga, terutama Papa saya,” ujar Deny.

Tidak ada satu peristiwa besar yang kemudian membuatnya tiba-tiba jatuh cinta. Rasa itu tumbuh perlahan, melalui lingkungan dan keseharian yang sejak kecil sudah begitu dekat dengan Persebaya.

Mungkin karena itu pula, ketika ditanya apa alasan dirinya mencintai Persebaya, jawabannya justru terdengar sederhana.

“Tidak ada alasan yang membuat saya jatuh hati dengan Persebaya, karena cinta tidak butuh alasan. Persebaya sudah menjadi bagian hidup saya,” katanya.

Pertandingan pertama yang masih tersimpan dalam ingatannya terjadi ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar, sekitar 2004 atau 2005.

Saat itu, Deny menyaksikan Persebaya menghadapi Persijap di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari. Satu pertandingan kemudian menjadi banyak pertandingan. Kebiasaan menonton berubah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai Bonek.

Sejak Persebaya kembali lolos ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Deny semakin rutin datang ke Gelora Bung Tomo. Ketika waktu dan rezeki memungkinkan, dukungan itu bahkan berlanjut ke laga tandang.

Ada kepuasan yang sulit digantikan ketika menyaksikan Persebaya secara langsung, terutama ketika permainan berakhir dengan kemenangan.

Salah satu pemain yang paling awal mencuri perhatiannya adalah Adolfo Souza, striker bernomor punggung 99.

Namun, kenangan sebagai Bonek tidak hanya berisi nama pemain atau hasil pertandingan. Ada satu momen yang jauh lebih dalam dan hingga kini masih melekat dalam ingatannya.

Final Liga 2 melawan PSMS Medan di Gelora Bandung Lautan Api.

Deny berada di sana ketika Persebaya menjadi juara Liga 2 sekaligus memastikan tiket kembali ke Liga 1. Bertahun-tahun berlalu, tetapi momen itu masih menjadi salah satu cerita yang paling ingin ia simpan.

“Sampai sekarang laga final Liga 2 melawan PSMS Medan di Gelora Bandung Lautan Api, dan menjadi saksi langsung Persebaya juara Liga 2 dan lolos ke Liga 1,” kenangnya.

Bukan Sekadar Tiket

Kini, setelah bertahun-tahun mengenal Persebaya dari sang ayah, Deny kembali menemukan cara untuk memastikan dirinya selalu hadir. Full Season Ticket membuat satu musim terasa lebih dekat.

Tujuh belas laga kandang sudah diamankan sejak awal. Tidak perlu lagi memikirkan tiket setiap kali pertandingan digelar. Tidak perlu menunggu kesempatan berikutnya.

“Sangat spesial. Selain memudahkan kita, paket Full Season ini sangat menguntungkan,” ujarnya.

Ada pula kebanggaan yang muncul dari status sebagai pemegang tiket musiman. Bagi Deny, Full Season Ticket masih memiliki kesan eksklusif di kalangan suporter.

“Pastinya ada, karena Full Season Ticket masih banyak orang menganggap tiket ini sangat eksklusif,” katanya.

Tetapi di balik semua kemudahan dan eksklusivitas tersebut, alasan terbesar Deny tetap sederhana: ia ingin menjadi bagian dari perjalanan Persebaya.

Sebab, menjadi Bonek baginya bukan sesuatu yang berhenti ketika pertandingan selesai.

“Bagi saya menjadi Bonek seperti identitas diri, jadi apa yang kita lakukan selama jadi Bonek sama dengan apa yang kita lakukan sehari-hari,” tuturnya.

Karena itu, dukungan tidak selalu bergantung pada hasil akhir. Persebaya bisa menang. Bisa seri. Bisa pula kalah.

Yang terpenting bagi Deny adalah tetap berada di sana, mengikuti perjalanan klub yang sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Empat Tiket, Satu Keluarga

Yusuf bersama sang istri ketika berada di Stadion Gelora Bung Tomo untuk menyaksikan laga Persebaya. (Dok. Pribadi)


Cerita serupa datang dari Kendangsari, Surabaya Selatan. Yusuf Arif Utomo, 40 tahun, juga memilih mengamankan perjalanan satu musim Persebaya bersama keluarganya.

Karyawan bank tersebut bahkan menjadi orang pertama yang membeli paket Full Season Ticket Superfans seharga Rp4,25 juta. Alasannya pun tidak rumit.

“Saya membeli Full Season Ticket Super Fans karena saya mencintai Persebaya. Bentuk dukungan yang bisa saya beri adalah mensuport apapun program Persebaya termasuk membeli Full Season Ticket,” ujar Yusuf.

Ada faktor praktis yang membuat keputusan itu semakin mantap. Dengan memiliki tiket satu musim, Yusuf dan keluarganya tidak perlu kembali berhadapan dengan persoalan tiket setiap kali Persebaya bermain di kandang.

Tidak perlu berebut tiket. Tidak perlu menukarkan bukti e-ticket dengan gelang tiket setiap kali hendak masuk stadion. Ketika pertama kali melihat informasi mengenai Full Season Ticket, Yusuf bahkan langsung mengambil keputusan.

“Ketika pertama melihat informasi tersebut yang terlintas adalah saat itu juga saya membeli empat paket Full Season Ticket untuk saya, istri saya, dan dua anak saya,” katanya.

Empat tiket itu kemudian menjadi lebih dari sekadar empat akses menuju stadion. Bagi Yusuf, Full Season Ticket adalah cara menjadikan perjalanan Persebaya sebagai pengalaman keluarga.

Ia ingin menyaksikan sendiri bagaimana sebuah musim berjalan, pertandingan demi pertandingan, bersama orang-orang terdekatnya.

“Saya merasa bangga mengikuti perjalanan Persebaya selama satu musim penuh, karena ini merupakan wujud kecintaan saya dan dukungan saya kepada Persebaya. Karena hal itu yang saat ini bisa saya lakukan untuk mensuport Persebaya. Saya merasa menjadi bagian dari Persebaya,” ujarnya.

Ada satu alasan lain yang membuat pilihan tersebut terasa semakin penting. Yusuf ingin kedua anaknya memahami bahwa mencintai klub bukan hanya tentang menikmati kemenangan.

Ia ingin mereka melihat langsung bagaimana seorang suporter tetap hadir ketika keadaan tidak selalu berjalan sesuai harapan.

“Saya ingin menjadi saksi setiap momen Persebaya dalam menjalani musim ini. Baik kalah, seri, atau menang. Karena saya ingin menanamkan kepada kedua anak saya, bagaimana mencintai Persebaya dengan benar, dengan mendukung setiap musimnya apapun kondisinya,” tuturnya.

Menjalani Musim, Bukan Sekadar Menonton Pertandingan

Deny dan Yusuf datang dari cerita yang berbeda. Deny membeli Full Season Ticket karena tidak ingin kembali kehilangan kesempatan setelah musim lalu sempat ketinggalan informasi. Ia juga sudah pernah merasakan pengalaman memiliki tiket musiman.

Yusuf memilih empat paket sekaligus karena ingin membawa istri dan dua anaknya menjalani satu musim bersama.

Namun, keduanya bertemu pada satu titik yang sama: keinginan untuk hadir. Bagi mereka, Full Season Ticket bukan sekadar tiket yang berlaku untuk 17 pertandingan kandang.

Ada perjalanan yang ingin diikuti. Ada momen yang ingin disaksikan. Ada kenangan yang kelak akan diceritakan kembali.

Sebab, satu musim tidak pernah hanya berisi kemenangan.

Ada pertandingan yang berakhir dengan tiga poin, ada hasil imbang yang menyisakan tanda tanya, ada kekalahan yang memaksa suporter pulang dengan kecewa. Ada sorak-sorai, ada perdebatan, ada perjalanan menuju stadion, dan ada momen-momen kecil yang mungkin justru paling lama tinggal dalam ingatan.

Itulah yang ingin dijalani Deny dan Yusuf. Untuk musim 2026/27, Deny memiliki harapan yang sederhana, tetapi juga menjadi impian terbesar seorang suporter.

“Harapan untuk musim ini pastinya juara, dan semoga diberikan kelancaran untuk mengarungi musim ini,” katanya.

Yusuf memiliki harapan yang sama. Persebaya juara menjadi tujuan akhir. Tetapi sebelum sampai ke sana, ada satu musim penuh yang harus dijalani.

Dan bagi Yusuf, perjalanan menuju tujuan itu sama pentingnya dengan hasil akhirnya.

Pada akhirnya, Rp4,5 juta bagi Deny bukan sekadar harga sebuah tiket dan jersey. Itu adalah cara untuk memastikan dirinya tidak hanya datang ketika ada kesempatan, melainkan ikut menjalani perjalanan Persebaya sejak awal.

Dari Gembong ketika masih kecil, dari Stadion Gelora 10 November, dari kenangan menyaksikan Persebaya juara Liga 2, hingga Gelora Bung Tomo di musim 2026/27.

Satu tiket, 17 laga kandang, satu musim penuh. Dan bagi seorang Bonek, mungkin itulah arti sebenarnya dari memilih untuk selalu hadir: bukan sekadar menonton perjalanan Persebaya, tetapi menjadi bagian dari perjalanan itu sendiri. (*)

BERITA LAINNYA