Malam itu Stadion Gelora Bung Tomo belum benar-benar sepi. Lampu masih menyala terang, sebagian penonton enggan beranjak. Seorang perempuan 64 tahun berdiri dengan jersey di tangan. Wajahnya sumringah. Namanya Sugiarti. Warga Wonokromo, Surabaya.
Ia datang bersama putrinya, Lia Indiarti. Menonton laga Persebaya kontra PSM Makassar dari VVIP Suites ekaligus menyimpan satu keinginan lama bertemu langsung dengan Ernando Ari.
Ketika sang penjaga gawang meninggalkan lapangan, Sugiarti memberanikan diri menyerahkan jersey khusus yang sudah ia siapkan. Respons Ernando membuat malam itu terasa jauh lebih hangat.
Kiper kebanggaan Bajol Ijo itu menerima jersey tersebut dengan senyum lebar. Beberapa saat kemudian, ia melepas jersey yang dikenakannya dan memberikannya kembali kepada Sugiarti. Pertukaran sederhana. Namun maknanya dalam.
“Saya senang sekali bisa bertemu dengan dia. Apalagi selepas laga, Ernando memberikan jersey ke saya. Itu membuat saya terharu,” ujar Sugiarti dengan mata berbinar.
Kecintaannya pada Ernando tumbuh sejak momen ketika sang kiper menepis penalti saat membela timnas melawan Korea. Setelah itu, ada selebrasi joget kecil yang membuatnya ikut tersenyum di depan layar televisi.
“Saya suka Ernando sejak dia bisa menepis tendangan penalti lawan Korea dan joget-joget. Di situ saya senang sekali,” kenangnya.
Di sisi lain, Ernando mengaku tak menyangka mendapat perhatian sedalam itu dari seorang suporter.
"Itu salah satu support yang sangat berarti bagi kita, mereka adalah salah dukungan dan doa di setiap match kita," kata Ernando. "Itu adalah salah satu support dan memberikan kemenangan, salah Satunya untuk ibu nya tadi. Jadi kita sangat bersyukur,” ucapnya.
Bagi Ernando, dukungan tak mengenal usia. Dari tribun utara hingga VVIP suite, dari remaja sampai lansia, energi itu sama kuatnya.
Sepak bola tentang skor dan hasil. Namun di malam selepas duel dengan PSM Makassar, yang tersisa bukan angka di papan. Ada cerita tentang seorang ibu dari Wonokromo dan kiper yang ia kagumi.
"Itu tadi saya terharu, saya terima kasih supportnya, semoga kita bisa berikan yang terbaik buat Persebaya," tandasnya.
Cerita kecil yang mengingatkan bahwa Persebaya tentang pertemuan, kenangan, dan rasa bangga yang dirawat bersama. Sejalan dengan tagline musim ini, Persebaya Untuk Semua. (*)