PEMASUKAN KLUB: Aksi suporter Bonek saat koreo Merah Putih, 16 Agustus lalu, tepat saat Persebaya menjamu PSIM Jogjakarta menjadi rekor penonton terbanyak di kompetisi musim ini. (Foto: Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

Kickoff Persebaya Masih Bisa Direvisi

KEBERATAN Persebaya Surabaya terkait jadwal kickoff babak 16 besar Liga 2 direspons operator kompetisi. PT Liga Indonesia Baru (LIB) membuka peluang untuk merevisi dua sisa laga home Persebaya di Gelora Bung Tomo (GBT). Yakni, melawan Persigo Semeru FC (30/9) dan Kalteng Putra (12/10).

<

Chief Operating Officer (COO) PT LIB Tigorshalom Boboy menyatakan, pihaknya bisa melakukan perubahan jadwal bila hal itu menguntungkan bagi klub. "Toh, tujuan lain dari operator adalah klub harus sehat dan kaya. Dan, kami sangat senang kalau itu terjadi," ujarnya.

<

Dalam rilis PT LIB, tiga laga kandang Persebaya di babak 16 besar digelar pukul 15.00 WIB. Semuanya live alias disiarkan langsung televisi. Hal itu berpengaruh pada antusiasme penonton ke stadion. Padahal, dengan biaya menggelar pertandingan di GBT yang besar, Persebaya bakal merugi jika penonton kurang dari 20 ribu.

<

Tigor menyampaikan, jika perubahan jadwal pertandingan Persebaya dari sore ke malam berdampak baik untuk pendapatan klub dari penjualan tiket, operator akan mengikuti. Karena itu, operator liga bakal berkomunikasi dengan pihak stasiun televisi.

<

"Pada prinsipnya, kami tidak keberatan dan menutup diri atas masukan dan aspirasi dari klub. Namun, kami harus mengkaji dan mempelajari semuanya lebih dulu. Apa saja yang dimaui klub dan dampak dari permintaan mereka itu," tuturnya. "Kalau Persebaya mau ganti main dari siang ke malam, tidak ada masalah," imbuhnya.

<

Manajemen Persebaya mengirim surat protes kepada PT LIB pada 19 September. Intinya, Green Force - julukan Persebaya- keberatan dengan jadwal kickoff pukul 15.00 WIB dan agenda tayangan langsung pada tiga laga home di babak 16 besar.

<

Operator liga tidak bisa mengakomodasi semua permintaan Persebaya. Salah satunya mengenai pertandingan menjamu PSBS Biak pada 22 September. "Tapi, untuk dua laga home lainnya, yaitu menjamu Persigo Semeru (30/9), dan Kalteng Putra pada 12 Oktober, bisa digeser ke malam," jelasnya.

<

Direktur Tim Persebaya Candra Wahyudi mengungkapkan, jadwal kickoff pukul 15.00 WIB tidak bersahabat bagi Bonek, julukan suporter Persebaya. Banyak di antara fans berat Persebaya yang masih harus sekolah dan bekerja. Terbukti, saat menjamu Biak, penonton di GBT "hanya" 17 ribuan. "Kalau itu terjadi pada dua laga home berikutnya, Persebaya bakal merugi," ucapnya.

<

Candra berharap PT LIB memenuhi permohonan Persebaya untuk menggeser jadwal kickoff laga melawan Semeru FC dan Kalteng Putra. Tentang live atau tidak, manajemen Persebaya tidak ambil pusing. Toh, tidak ada pembagian hak siar. "Operator liga harus menciptakan atmosfer kompetisi yang membuat klub sehat. Nah, kehadiran penonton di stadion adalah bagian penting untuk mewujudkan hal itu," tambahnya. (ben/c16/ca)

<

Story provided by Jawa Pos

BERITA LAINNYA