LEBIH PROFESIONAL: Dari kiri, Masril Djamaloes, Cholid Ghoromah, Saleh Ismail Mukadar, Azrul Ananda, dan Maurits Pangkey di Lounge Jawa Pos kemarin. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Jawa Pos Pemegang 70 Persen Saham PT Persebaya Indonesia

PERSEBAYA Surabaya memiliki manajemen baru. RUPS PT Persebaya Indonesia di Graha Pena, Surabaya, kemarin (7/2) mengesahkan komposisi anyar pemilik saham.

 

PT Jawa Pos Sportainment (JPS) kini menjadi pemegang saham mayoritas PT Persebaya Indonesia dengan komposisi 70 persen, sedangkan 30 persen saham lainnya dimiliki 20 klub anggota  yang tergabung dalam Koperasi Surya Abadi Persebaya (SAP).

 

Perubahan komposisi saham tersebut diikuti pembaruan susunan direksi. Kursi direktur utama PT Persebaya Indonesia, yang di dunia sepak bola lazim disebut presiden klub, kini ditempati Azrul Ananda.

 

"Kami bersyukur proses pengalihan saham ini berjalan lancar. Kami mohon maaf kalau selama ini sangat minim berkomunikasi karena kami ingin segala proses berjalan sebaik-baiknya," kata Azrul.

 

Menurut dia, lancarnya proses pengalihan saham itu tidak lepas dari dukungan banyak pihak. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus Persebaya yang selama ini telah berjuang dan bekerja walaupun keadaan sangat menantang. Juga kepada seluruh fans Persebaya yang setia mendukung dan ikut berjuang menjaga eksistensi tim. Tidak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang mengembalikan status Persebaya sebagai salah satu komponen utama sepak bola nasional," tuturnya.

 

Azrul mengungkapkan, Jawa Pos memiliki sejarah panjang bersama Persebaya. Dan, sekarang Jawa Pos dan Persebaya akan menjalani babak baru bersama. "Kami akan bekerja mempersiapkan kelangsungan klub ini. Bukan hanya untuk satu atau dua tahun ke depan, tapi untuk jangka panjang."

 

Ketua Koperasi SAP Maurits Pangkey menyatakan lega atas kesepakatan tersebut. Menurut dia, Persebaya akan memasuki era baru dengan lebih terstruktur dan profesional. "Jawa Pos tentu sudah memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat. Kami optimistis Persebaya bisa terbang tinggi lagi bersama mereka," kata pria yang akrab disapa Champ itu.

 

Sambutan positif datang dari mantan bintang Persebaya Bejo Sugiantoro. "Sebagai warga Surabaya, saya berterima kasih kepada Jawa Pos yang sudah bersedia menyelesaikan segala keruwetan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir," ungkapnya.

 

Bejo yakin manajemen baru akan membuat Persebaya tertata rapi. Baik dari segi tim maupun finansial. Dia optimistis Persebaya bisa kembali menjadi tim yang disegani dengan prestasi. "Meski saya saat ini ada di tim pesaing Persebaya di Liga 2, optimisme tinggi tetap saya sertakan untuk Persebaya. Era baru sudah dimulai," kata pria yang kini menjadi asisten pelatih Persik Kediri itu.


Sejarah panjang Persebaya memiliki relasi yang sangat dekat dengan Jawa Pos. Pada 1980-an, klub itu dibangkitkan Jawa Pos dan menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola di Indonesia.


Di bidang olahraga dan entertainment, Jawa Pos melalui PT DBL Indonesia terbukti berhasil mengaktifkan olahraga basket dengan cara kreatif dan sustainable secara bisnis. Menggelar liga basket pelajar terbesar sejak 2004 hingga sekarang. Menjangkau 25 kota di 22 provinsi, mulai Aceh hingga Papua.


Di level profesional, PT DBL Indonesia pernah sukses mengelola National Basketball League (NBL) Indonesia pada 2010- 2015. Liga basket profesional kasta tertinggi yang telah mati suri akibat pengelola sebelumnya yang kolaps berhasil bangkit. (io/c5/ca)


Story provided by Jawa Pos
BERITA LAINNYA