Djadjang Nurdjaman-Bejo Sugiantoro, Duet Pelatih Persebaya di Liga 1 (Grafis Persebaya)
Djadjang Nurdjaman-Bejo Sugiantoro, Duet Pelatih Persebaya di Liga 1
Karena Djanur Bisa Klik dengan Bejo

Persebaya menjatuhkan pilihan kepada Djadjang Nurdjaman. Untuk menjadi duet Bejo Sugiantoro sebagai pelatih Green Force. Pernah mengantarkan Persib juara dan bisa klik dengan Bejo, menjadi pertimbangan utama manajemen memilih sosok yang akrab disapa Djanur itu. ”Ada banyak pelatih yang melamar. Kami memilih Djanur karena pengalamannya menangani klub-klub besar di Indonesia. Juga relasi yang nyaman dengan Bejo,” kata manajer tim Persebaya Candra Wahyudi Sabtu (25/8). ”Semoga duet pelatih Djanur-Bejo membawa Persebaya meraih hasil maksimal,” lanjutnya.

Djanur merupakan salah seorang pelatih dengan jam terbang tinggi. Dia berlisensi A AFC, memenuhi syarat untuk mengisi pos head coach Green Force. Pada 2007, pria 53 tahun itu mulai menahkodai Persib Bandung. Pernah hijrah sejenak ke Pelita Jaya pada 2011, Djanur kembali ke Maung Bandung pada 2012. Hingga pada akhirnya mengantarkan tim dengan warna kebesaran biru itu juara Indonesia Super League (ISL), kasta tertinggi sepak bola Indonesia, musim 2014.

Predikat juara ISL itu membuat Persib berhak mewakili Indonesia di ajang Piala AFC 2015. Prestasi Maung Bandung lumayan bagus di ajang tersebut, melangkah hingga babak 16 besar. Selain Persib, Djanur juga pernah membesut tim legendaris lain, PSMS Medan. ”Saya senang bisa bergabung Persebaya. Bersama Coach Bejo yang tahu detail tim juga kultur sepak bola Surabaya, semoga kami bisa membawa Persebaya meraih hasil maksimal,” kata Djanur. ”Saya tentu akan banyak berkomunikasi dan berdiskusi dengan Coach Bejo,” lanjutnya.

Djadjang Nurdjaman (Persebaya)

Ya, terlepas dari track record Djanur, faktor kecocokan dengan Bejo juga menjadi perhatian utama manajemen. Persebaya tidak ingin ”mundur”, dimana itu bisa terjadi jika pelatih baru tidak bisa klik dengan Bejo. Mundur dalam artian para pemain kesulitan beradaptasi dengan pelatih baru. Tidak hanya memulai dari nol, Persebaya bisa memulai dari minus jika hal itu terjadi. Dengan duet Djanur-Bejo, risiko ”mundur” karena proses adaptasi pemain dengan pelatih itu tidak perlu terjadi. Para pemain akan tetap dipimpin Bejo, dalam latihan maupun pertandingan.

 

Bedanya, nanti akan ada Djanur disamping sosok yang mengantarkan Persebaya juara dua kali Liga Indonesia itu. Djanur dengan pengalaman pernah membawa Persib juara, tentunya akan melengkapi kemampuan yang dimiliki Bejo. Sebelumnya, Bejo telah berhasil membawa Persebaya melewati masa transisi sepeninggal Angel Alfredo Vera. Dalam dua pertandingan sebagai pelatih caretaker, legenda hidup Green Force itu membawa Persebaya mengalahkan Persela 3-1. Juga memberikan perlawanan sengit di kandang Barito Putera meski akhirnya kalah 2-3.

”Saya akan bantu Coach Djanur masuk di Persebaya. Saya akan mengawal dari sisi pemain, memastikan kondisi tim kondusif,” kata Bejo.Meski telah resmi menjadi pelatih Persebaya, Djanur belum akan bergabung dalam sesi latihan Rendi Irwan dkk. Dia baru akan bergabung pada 3 September. ”Coach Djanur akan bergabung dengan tim setelah menyelesaikan kursus AFC Pro,” ungkap Candra. Sebelum Djanur bergabung, seperti sebelumnya, sesi latihan akan dipimpin Bejo. Dia segera berkoordinasi dengan Djanur tentang program yang diberikan kepara Rendi Irwan dkk. (*)

 

BERITA LAINNYA