Whisnu Sakti Buana, Ketua Panpel Persebaya (kanan), telah menyiapkan sejumlah rencana untuk antisipasi tingginya animo masyarakat pada laga Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (26/7) malam WIB. Panpel juga akan menghalau penonton yang tidak bertiket. (Satrio Wicaksono for Persebaya)
Sedot Animo Suporter Bonek, Bobotoh dan Viking
Panpel Persebaya Rekayasa Lalu Lintas Menuju GBT

TIKET bigmatch GO-JEK Liga 1 2018 antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung telah habis terjual. Sebanyak 50 ribu penonton bertiket akan memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kamis (26/7) malam. Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persebaya pun bekerja keras agar bisa membuat nyaman para suporter menuju ke GBT.

Duel klasik dua tim era Perserikatan ini akan dihelat pada malam hari. Tepatnya pukul 18.30 WIB. Kedua tim menyisakan satu laga putaran pertama setelah sebelumnya tertunda akibat adanya serangan teroris di Surabaya. Pertandingan ini seharusnya dihelat pada 9 Mei lalu.

“Animo masyarakat luar biasa. Hal ini dilandasi terjalinnya sejarah panjang antara Persebaya dengan Persib, juga dengan para suporter sangat baik hubungannya. Sehingga dari penjualan tiket saja sudah sold out dua hari sejak dibuka Jumat lalu. Kami jual sesuai kapasitas stadion, 50 ribu,” ujar Whisnu Sakti Buana, Ketua Panpel Persebaya.

Tingginya animo penonton, membuat Panpel Persebaya bekerjasama dengan instansi terkait, Polrestabes Surabaya, TNI, Dinas Perhubungan Surabaya, Satpol PP hingga Linmas Surabaya menerapkan rekayasa lalu lintas. Untuk melancarkan akses jalan. Rekayasa tersebut diberlakukan di sekitar GBT. “Jadi dari Panpel, persiapan kami maksimal seperti waktu lawan Arema FC,” ungkap Whisnu.

Rekayasa lalu lintas di sekitaran GBT menjadi salah satu konsentrasi Panpel Persebaya dan tim gabungan karena memang cuma ada dua akses masuk. Yakni lewat Benowo dan Romokalisari. Rekayasa lalu lintas itu hanya diberlakukan di jalan akses keluar-masuk GBT dan hanya pada saat digelar pertandingan. “Akan ada buka-tutup arus yang menuju ke stadion,” urai Whisnu.

Nanti saat pertandingan selesai semua kendaraan yang berjalan ke arah GBT akan dilarang. Patokannya, di simpang Romokalisari. Juga setelah rel kereta api Pakal, begitu laga berakhir kendaraan tidak boleh belok kanan. Karena diprioritaskan untuk suporter yang mau keluar.

Tak hanya rekayasa akses lalu lintas, Panpel Persebaya dan tim gabungan bakal menghalau penonton yang tidak bertiket. Sejumlah titik akan dijadikan screening awal untuk menyaring suporter yang tidak bertiket. “Kami tidak menyiapkan giant screen di stadion. Untuk mengatasi masalah penonton tanpa tiket, kami harapkan tidak datang ke stadion,” kata Whisnu.

“Kami malah menyiapkan titik-titik screening suporter di tiap-tiap pintu masuk ke Surabaya. Bagi yang tidak bertiket, kami sudah siapkan kendaraan dari Linmas dan Satpol PP untuk mengangkut mereka menjauh dari stadion,” tegasnya. “Ini adalah langkah antisipasi kami untuk meredam bentrok kecil suporter tak bertiket dengan pihak keamanan,” imbuhnya.

Lebih lanjut pria yang juga Wakil Walikota Surabaya ini menyampaikan Panpel telah menyiapkan lokasi untuk transit Viking dan Bobotoh di Mess Persebaya, Karanggayam, THR, dan homebase beberapa komunitas Bonek. “Waktu dulur-dulur Bonek ke Bandung mendapat perlakuan baik, maka kami disini membalasnya dengan baik pula. Bahkan besok pagi, saya sendiri yang akan melepas Bobotoh dan Viking berangkat ke stadion dari Karanggayam,” sebut Whisnu.

“Persahabatan ini terus kami bina, dan semoga pertandingan besok berjalan sangat menarik bagi kedua tim dan bisa menyajikan tontonan yang sangat bagus bagi semua pihak,” harapnya. (*)

BERITA LAINNYA