Performa tim Indonesia Muda di Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) 2018 belum segarang musim lalu. Mereka tengah bertengger di tangga kedua setelah di laga terakhir putaran pertama bermain imbang 0-0 dengan El Faza di Lapangan Persebaya, Karanggayam, 17 Juli kemarin. (Persebaya)
Kompetisi Kapal Api Persebaya 2018
Jaga Momentum Hadapi Putaran Kedua

PUTARAN kedua Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) 2018 wajib dimaksimalkan 20 klub kontestan untuk memperbaiki diri. Putaran pertama salah satu kompetisi amatir tertua di Indonesia berakhir 17 Juli kemarin. KKAP dijadwalkan kembali bergulir awal Agustus nanti.

Jeda waktu dua minggu dimanfaatkan betul oleh klub-klub untuk menjaga kondisi fisik para pemainnya. Beruntung, ritme latihan-pertandingan tetap bisa dirasakan hampir semua klub. Hal ini tak lepas dari pendeknya masa jeda kali ini.

Tapi, klub KKAP tak ambil pusing, karena mereka concern dengan kondisi fisik dan membenahi performa para pemainnya. Selama masa hiatus kompetisi, klub-klub memaksimalkan waktu untuk mematangkan pola permainan, adaptasi hingga kekompakan antar pemain.

Seperti yang dilakukan oleh Bintang Timur, pemuncak klasemen sementara Seri A. Usai menuntaskan putaran pertama, mereka tetap berlatih dua kali dalam sepekan. “Kami latihan rutin saja. Senin di Stadion Brawijaya, kompleks Makodam V/Brawijaya dan Minggu di Lapangan ITS,” jelas pelatih Bintang Timur Nurkiman.

Kondisi sebaliknya dirasakan Indonesia Muda. Juara bertahan KKAP itu harus puas bercokol di tangga kedua. Mereka wajib menyatukan kembali visi permainan sehingga tetap solid. Penggawa tim yang berdiri 1930 ini juga seolah kehilangan mental juara.

“Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan setelah putaran pertama tuntas kemarin. Tim pelatih berupaya menyatukan visi dan mengembalikan mental pemenang anak-anak,” ungkap Seger Sutrisno, pelatih kepala Indonesia Muda di sela-sela mendampingi tim Persebaya U-17 yang berlaga di Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2018.

Sementara itu, Al Rayyan yang terpuruk di dasar klasemen Seri A bertekad untuk bangkit. Yanto Imam, juru racik Al Rayyan harus bekerja keras mengembalikan performa pemain-pemainnya. Pria yang disapa Japok itu mematangkan pakem andalan timnya. “Adaptasi formasi berjalan baik. Kini, pemain harus memberikan kemampuan terbaiknya di setiap laga,” beber mantan pemain Pusri Palembang, Gelora Dewata dan Persik Kediri ini.

Di sisi lain, Putra Surabaya yang menguasai Seri B tak ingin mengendurkan konsentrasinya. Klub asuhan Jamrawi ini menjaga pemainnya agar tidak kehilangan atmosfer pertandingan. “Kami melatih fisik pemain dan mengadakan beberapa ujicoba,” jelasnya. (myu)

Naskah ini juga telah tayang di halaman khusus Persebaya Harian Surya, hari Selasa (24/7) dengan judul "Jaga Momentum Hadapi Putaran Kedua"

BERITA LAINNYA