PENANTIAN: Ahmad Rosyidin (ketiga dari kanan) dan Lulut Kistiono (ketiga dari kiri) saat memimpin latihan di Lapangan Persebaya. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Disahkan tanpa Embel-Embel 1927

HANYA palu kongres yang memisahkan Persebaya Surabaya dengan kompetisi resmi. Maksudnya, pengesahan tim berjuluk Green Force itu cuma menunggu gedokan palu di hajatan yang bakal dihelat besok (8/1) di Bandung tersebut.

"Kembalinya Persebaya ke kompetisi resmi itu sudah tidak terbendung lagi. Pak Edy (Rahmayadi, ketua umum PSSI, Red) juga memiliki spirit besar untuk itu," kata Hidayat, salah seorang anggota Executive Committee (Exco) PSSI, di sela-sela rapat exco di Makostrad, Jakarta, kemarin (6/1).

Rapat exco kemarin membahas beberapa agenda yang akan dibawa ke kongres. Dua di antaranya yang paling menyedot perhatian adalah pemulihan Persebaya, Persibo Bojonegoro, dan Persema Malang serta pembahasan pelatih tim nasional.

Nah, Hidayat memastikan bahwa pemulihan Persebaya, Persibo, dan Persema resmi menjadi agenda kongres besok. Kepastian itu dipertegas pula oleh Sekjen PSSI Ade Wellington. Hidayat menambahkan, Edy adalah ketua task force untuk penyelesaian problem Persebaya tersebut. Pria yang juga menjabat Pangkostrad itu ikut turun langsung menggali informasi tentang masalah Green Force.

"Dan, beliau sudah mendapat informasi yang utuh. Saya kira semua sudah jelas, Persebaya akan bermain di kompetisi musim depan," kata Hidayat. Jaminan serupa sebenarnya pernah disampaikan anggota Exco (kala itu) Tony Apriliani menjelang kongres pemilihan pada November 2016.

Tetapi, apa yang terjadi? Agenda Persebaya ternyata tidak dibahas di hajatan tersebut. Akibatnya, nasib Persebaya pun terkatung-katung hingga kini. Yang membedakan, kali ini sinyalemen serupa disampaikan Sekjen PSSI Ade Wellington.

Menurut dia, bila tidak ada aral melintang, Persebaya, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro disahkan di kongres nanti. "Hanya, semua juga bergantung kepada voters. Dan, kami sedang berusaha untuk meyakinkan voters agar bisa memuluskan agenda itu di kongres nanti," tutur Wellington.

Meski begitu, Wellington optimistis bahwa mayoritas voters memiliki spirit yang sama untuk mengakui kembali Persebaya dan dua tim lain asal Jawa Timur itu. Manajer Persema Totok Sukarjito yang bertemu dengan Edy Rahmayadi di Makostrad (Markas Komando Strategi Cadangan Angkatan Darat) kemarin siang juga menyampaikan kabar senada.

Menurut dia, ketua umum PSSI secara lisan sudah mengizinkan Persebaya, Persema, dan Persibo bermain di Divisi Utama. "Pengesahannya tinggal menunggu kongres di Bandung," kata Totok.

Hidayat menambahkan, bersama dengan mayoritas anggota Exco PSSI yang lain, dirinya menjamin bahwa Persebaya yang akan disahkan adalah Persebaya yang bermarkas di Karanggayam, Surabaya. Itu berarti tanpa embel-embel 1927. "Intinya, kami tidak mengenal Persebaya 1927 karena selama ini mereka belum secara resmi terdaftar sebagai anggota PSSI," ucap pria yang juga mantan manajer Persebo Bondowoso itu. (ben/c4/ttg)

<

Story provided by Jawa Pos

BERITA LAINNYA