Ilustrasi sistem pembibitan pemain muda Persebaya (Grafis: Rendra/Surya)
Persebaya Bangun Sistem Pembibitan Usia Muda

Fokus Regenerasi

 

Manajemen Persebaya di bawah komando Azrul Ananda sebagai Presiden Klub concern membangun dari segala aspek pada tahun 2018 ini. Salah satunya merapikan struktur organisasi pembinaan pemain muda.

 

STRUKTUR tersebut berbentuk piramida dan puncaknya adalah tim utama Persebaya. Di bawah tim utama ada PS Kota Pahlawan (KoPa), tim satelit bentukan manajemen yang bermain di Liga 3 Zona Jatim. Lalu ada Persebaya U-19 yang diproyeksikan tampil pada Liga 1 U-19 musim 2018, serta Persebaya U-17, dan Persebaya U-15. Para pemain yang memperkuat di setiap level tersebut diprioritaskan adalah hasil dari binaan 20 klub internal yang ditempa pada Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP).

Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda mengatakan, setelah berhasil promosi ke Liga 1, Persebaya memiliki orientasi baru. Dari berjuang lolos ke Liga 1, kini berubah menjadi membangun tim tangguh dalam urusan regenerasi. “Salah satu pekerjaan utama adalah bagaimana menyiapkan konsep pembibitan pemain usia muda sebagai back up tim utama,” ujar Azrul.

PS Kota Pahlawan (Habibur Rahman/Surya)

 

Azrul menambahkan, sebagai salah satu pabrik pemain hebat di jagat sepak bola nasional, Persebaya harus menyusun sistem pembinaan yang baik dan tertata. "Sistem tersebut harus terintegrasi mulai dari tim senior hingga kelompok umur,” tuturnya.

Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah mengatakan, pembinaan bibit-bibit muda di Persebaya tak dapat dihentikan dan terhenti. Meskipun Persebaya dalam kondisi dualisme seperti beberapa tahun lalu. “Persebaya itu memiliki klub internal. Klub internal itu selalu ada kompetisi, karena ini sebagai cikal bakal pemain masa depan,” kata Saleh.

Menurutnya, kompetisi internal juga sebagai ajang seleksi bibit-bibit unggul. Untuk itu, ia tak ingin pembinaan terhadap pemain muda berhenti, sekalipun ada perubahan pengurus di Tim Bajul Ijo. Setelah pemain dipilih, mereka diarahkan ke tingkat lebih tinggi.

Persebaya U-19

 

Mereka akan dilatih oleh legenda Persebaya yang pernah berjaya. Para legenda itu bisa menjadi pelecut semangat para pemain muda untuk mengikuti jejak para seniornya. “Persebaya ini tidak pernah kekurangan stok pemain. Bisa dilihat setiap tahunnya pasti ada pemain yang diciptakan dari kompetisi internal kita,” ujarnya.

Beberapa legenda Persebaya yang saat ini ikut membina bibit-bibit muda, yakni Ahmad Rosyidin sebagai Pelatih Kepala PS KoPa didampingi Mat Halil. Bejo Sugiantoro sebagai Pelatih Kepala U-19, Seger Sutrisno Pelatih U-17, dan Muharom Rusdiana sebagai Pelatih U-15.

“Kenapa kami pilih para mantan pemain? Karena semua merasa memiliki (Persebaya, red). Mereka tentu berpikir, saya berasal dari Persebaya, sehingga ingin memberikan ilmu yang didapat juga untuk Persebaya,” beber Saleh.

Dari sini, para pelatih tidak hanya menjalankan tugasnya, tapi juga mengikuti kursus-kursus yang diberikan oleh pengurus amatir. Tujuannya, mereka mendapat lisensi kepelatihan. “Harapan kami, selain mendapat lisensi juga agar sistem kepelatihan untuk setiap kelompok umur yang ada tidak tertinggal, dan terus update,” ungkapnya.

Berbicara soal pembinaan di Persebaya ini, Saleh mengaku bekerja tidak sekadar atas dasar target memberi pemain matang ke tim senior. Tapi, lebih dari itu, mencetak pemain profesional sebanyak-banyaknya untuk Persebaya. “Kita tidak melihat target, yang penting kita memberikan kontribusi pada Persebaya. Selama dibutuhkan Persebaya, dia (pemain muda, red) tidak boleh keluar kemana-mana. Tapi dia yang tidak dipilih, maka akan kita arahkan dan kita pinjamkan ke klub lain untuk menambah jam terbang,” beber Saleh.

Persebaya U-17 (Habibur Rahman/Surya)

 

Pemain Bertalenta

Salah satu jebolan pemain muda adalah Kapten Tim Persebaya, Rendi Irwan. Ia berangkat dari klub internal Mitra Surabaya, kini tumbuh dan berkembang menjadi pemain bertalenta. Sekarang, Rendi sering kali menjadi tumpuan lini tengah Bajul Ijo. Itu dilaluinya bukan secara instan. Ia berjuang ekstra keras dan militan. “Kalau ingin masuk Persebaya harus tampil maksimal. Jadi itu sebagai pelecut kami saat itu,” kata Rendi. “Dan alhamdulillah sekarang saya bisa membantu Persebaya,” tambahnya.

Sebelum masuk tim senior, Rendi terinspirasi eks pemain Persebaya. Yakni, Nurrul Huda, Sutaji, dan Uston Nawawi. “Dulu di kampung saya banyak yang internal Persebaya senior-senior saya. Nah pengennya ada penerusnya dan itu jadi pelecut semangat sendiri,” ujar Rendi.

Untuk itu, Rendi mengimbau kepada para pemain muda yang tergabung terus berjuang dan tidak mudah putus asa ketika belum dapat bergabung dengan Persebaya U-19 atau Persebaya senior. Ia berharap, pemain yang belum bisa bergabung dengan tim senior supaya meningkatkan kerja kerasnya. “Karena usaha tidak akan mengingkari hasil. Semua ada jalannya. Banyak pemantau di Surabaya yang tidak buta untuk melihat skill para pemain di kelompok umur masing-masing,” ujarnya.

Persebaya U-15

 

Bangga

Winger kanan U-15, Tantriyanto Femas Anggara merasa bersyukur bisa lolos tim internal. “Bisa masuk sini sangat senang. Saya mengidolakan Irfan Jaya dan ingin bisa bermain sepertinya,” kata Femas.

Senada, gelandang bertahan U-17, Fachrul Inzaghi mengaku bangga masuk di Persebaya karena pembinaan di Persebaya melahirkan pemain profesional seperti Evan Dimas, Andik Vermansyah, Misbakus Sholikin, Rendi Irwan, Rachmat Irianto dan Abu Rizal Maulana. “Pembinaanya dari usai dini sangat bagus untuk jadi pemain nasional. Di sini banyak wadah dan juga contoh untuk pemain muda,” ujarnya.

Sementara itu pemain PS Kopa, Ariel Sharon mengaku tak ada yang meragukan keberhasilan pembinaan di Persebaya. Meski tak seluruhnya dapat masuk ke tim senior, namun pemain hasil didikan Persebaya dapat bersaing.“Kami yang di PS KoPa saat ini tengah fokus untuk kompetisi Liga 3. Kami bersaing sehat agar bisa dilirik pelatih meski persaingannya cukup berat,” jelas pemain jebolan Indonesia Muda itu. (myu)

 

Naskah ini juga telah tayang di halaman khusus Persebaya Harian Surya, hari Selasa (8/5) dengan judul "Fokus Regenerasi

BERITA LAINNYA