BEKAL MENUJU KOMPETISI: Selebrasi Oktafianus Fernando setelah membobol gawang Cilegon United dalam final Dirgantara Cup di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tadi malam (8/3). (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Berbenah Songsong Liga 2

Persebaya Butuh Tambahan Center Back, Full Back, dan Striker

 

Segenap elemen Persebaya Surabaya memang patut berbangga atas keberhasilan menjuarai Dirgantara Cup. Terlebih, gelar tersebut diraih dengan waktu persiapan yang mepet setelah sekitar empat tahun tim berjuluk Green Force tersebut tidak berkompetisi.

 

Tetapi, pelatih Iwan Setiawan mengingatkan pasukannya agar tidak terlalu larut dalam euforia menyusul kemenangan 2-0 atas Cilegon United dalam final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (8/3). Sebab, tugas berat sudah menanti di kompetisi yang sesungguhnya: Liga 2 (dulu Divisi  Utama).

 

Apalagi, celah kelemahan masih terlihat di sana-sini selama tampil di Dirgantara Cup. Terutama di sektor pertahanan. "Untuk lini belakang, hampir di setiap pertandingan ada kesalahan, baik kecil maupun besar," kata Iwan setelah pertandingan final yang dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

 

Iwan menjelaskan, performa lini belakang memang belum sepenuhnya sesuai dengan harapannya. Terutama ketika beberapa pemain yang selama ini menjadi pilar absen. Saat dikalahkan Cilegon United dalam penyisihan grup B misalnya, kiper utama Dimas Galih dan kapten sekaligus bek kiri Mat Halil tidak tampil karena kebijakan rotasi.

 

Sedangkan pelapis yang dimiliki Iwan, meski secara kualitas hampir setara, masih minim jam terbang. Misalnya, kiper Miswar Saputra dan bek kiri M. Irvan. Itu yang membuat permainan mereka mudah diantisipasi.

 

Apalagi, duet bek tengah yang mengawal benteng Persebaya ketika itu, M. Syaifuddin-Rahmat Juliandri, yang juga dipasang karena rotasi kerap melakukan blunder. Dua gol lawan yang dilesakkan gelandang Cilegon United Jalwandi lahir karena kesalahan-kesalahan tersebut. Pertama, salah antisipasi umpan silang. Kedua, hands ball Rahmat membuat Persebaya dihukum tendangan penalti.

 

Hasil berbeda diraih saat Persebaya menurunkan skuad terbaik - lagi-lagi melawan Cilegon United- di final kemarin. Alur pertandingan hampir sepenuhnya menjadi milik tim dengan dua titel Liga Indonesia tersebut.

 

"Dalam waktu dekat, kami kedatangan satu center back alias bek tengah. Tugas selanjutnya ialah menemukan full back. Syukur-syukur kalau bisa mendapat yang di bawah 25 tahun sesuai dengan regulasi," ucap Iwan.

 

Selain sektor pertahanan, pemain depan membutuhkan tambahan. Saat ini ada tiga striker. Mereka adalah Rachmat Afandi, Irfan Jaya, dan Irfan Arfandy. Dua nama pertama berhasil menyumbangkan enam gol di Dirgantara Cup. Sedangkan nama terakhir belum terlihat tajinya.

 

Iwan mengatakan, setidaknya ada dua pemain depan untuk posisi target man dan second striker. Sebab, selama tampil di Dirgantara Cup, hanya Rachmat yang sering mengemban posisi sebagai penyerang tunggal.

 

Irfan Jaya yang juga berposisi penyerang tunggal kerap dipasang sebagai second striker. Terutama saat Iwan memainkan formasi 4-3-1-2 yang menjadi formasi kedua Persebaya selain 4-2-3-1. Meski sejajar, posisi Irfan lebih ke penyuplai dan penjemput bola dari lini kedua.

 

"Hasil memang memihak kami di sini (Dirgantara  Cup). Namun, ini belum lah kekuatan kami sebenarnya sebelum pemain tambahan untuk beberapa posisi tersebut bisa didatangkan," kata Iwan lagi.

 

Direktur Tim Candra Wahyudi mengatakan siap mengakomodasi kebutuhan tim melalui penilaian dari tim pelatih. Apalagi, kompetisi Liga 2 juga, rencananya, digelar bulan depan. "Evaluasi akan kami lakukan setelah ini. Terkait dengan permintaan pelatih, kami memang

memiliki komitmen untuk mengembalikan lagi Persebaya menjadi tim yang kompetitif dan sustainable. Jadi, selama itu baik untuk tim, kami akan berusaha memenuhinya," kata Candra. (io/c4/ttg)

Story provided by Jawa Pos
BERITA LAINNYA