SEBULAN PERSIAPAN: Skuad Persebaya bersama Presiden Klub Azrul Ananda saat menerima trofi juara Dirgantara Cup di Stadion Maguwoharjo, Jogjakarta, tadi malam. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Persebaya Is Back

LUAR biasa Persebaya Surabaya. Bertahun-tahun vakum dari pentas sepak bola tanah air, kehebatan mereka tidak luntur. Tadi malam (8/3) mereka menekuk Cilegon United 2-0 dalam final Dirgantara Cup di Stadion Maguwoharjo, Jogjakarta.

 

Itu menjadi modal yang sangat berarti bagi Persebaya untuk mengarungi Liga 2. Ya, Green Force - sebutan Persebaya- terpaksa harus memulai langkahnya dari kompetisi level kedua tersebut setelah sempat kehilangan tempat di kompetisi sepak bola tanah air sejak masalah dualisme dulu. Dirgantara Cup adalah event pertama yang diikuti Persebaya setelah kembali aktif bersama jajaran manajemen baru.

 

Mat Halil dkk tampil hebat dalam laga tadi malam. Dengan dukungan tak kurang dari 10 ribu Bonek yang tret-tet-tet ke Jogjakarta, mereka langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Kekalahan 1-2 dari Cilegon United pada laga terakhir kualifikasi grup B sama sekali tidak membuat Halil dkk gentar. Sebaliknya, skuad Green Force semakin termotivasi untuk membalas kekalahan itu.

 

"Kemenangan ini kami dedikasikan bagi Bonek seluruh dunia. Tanpa perjuangan mereka, kami tidak akan kembali seperti sekarang ini," kata Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda. "Meski baru satu bulan terbentuk, kami membuktikan bahwa kami benar-benar berniat mengembalikan Persebaya ke tempat yang semestinya. Ini awal yang baik bagi perjuangan Persebaya dan modal bagus menjelang kompetisi resmi nanti," imbuhnya.

 

Cilegon United yang dibesut Arcan Iurie sebenarnya lebih mendominasi di awal pertandingan. Mereka lebih unggul dalam penguasaan bola. Pertahanan Septian Andriansyah dkk terlihat solid saat menahan gempuran pemain Persebaya.

 

Namun, semua berubah setelah Mokhamad Syaifuddin membuka keunggulan Persebaya melalui golnya pada menit ke-34. Memanfaatkan sepak pojok Misbakhus Solikin, stoper 24 tahun itu berhasil menanduk bola ke tiang jauh tanpa bisa dibendung kiper dan pemain Cilegon United.

 

Setelah gol Syaifuddin, arah permainan perlahan menjadi milik Persebaya. Bukannya menurunkan intensitas serangan, mereka semakin percaya diri menggempur pertahanan Cilegon United. Lima menit sebelum babak pertama usai, Oktafianus Fernando berhasil menggandakan keunggulan Persebaya. Dia memanfaatkan umpan terobosan Rendi Irwan.

 

Di babak kedua, meski kendali permainan masih dipegang Persebaya, tidak ada gol tambahan. "Pemain mampu tampil tenang dan percaya diri sepanjang pertandingan. Lebih jauh, defense counter juga mulai berjalan baik," kata pelatih Persebaya Iwan Setiawan.

 

Atas sukses menjadi juara, Persebaya mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 100 juta. Semua hadiah itu oleh manajemen diberikan untuk pemain dan ofisial.

 

Sementara itu, Arcan Iurie menyatakan, posisi runner-up adalah capaian yang tidak mengecewakan. "Pertandingan yang sangat menarik. Terlepas dari hasilnya, ini adalah bekal kami dalam menyongsong Liga 2. Dengan kondisi seperti ini, 80 persen skuad yang ada  sekarang akan kami pertahankan,"  tuturnya. (io/c10/ang)

Story provided by Jawa Pos
BERITA LAINNYA