Kemenangan yang sudah berada di depan mata masih membekas di benak Ernando Ari Sutaryadi. Hasil imbang kontra Garudayaksa FC menjadi pengingat bagi kiper Persebaya tersebut bahwa konsentrasi harus terjaga hingga peluit akhir. Kini, ada kesempatan untuk menebusnya saat Green Force menghadapi Isenmulang Kalteng FC.
Persebaya akan menantang Isenmulang pada pekan keempat Super League 2026/27 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (9/10). Duel yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, tersebut dipindahkan karena kondisi asap akibat kebakaran hutan.
Jeda kompetisi karena agenda FIFA Matchday dimanfaatkan Persebaya untuk kembali membangun kondisi sekaligus mematangkan persiapan. Nando melihat seluruh pemain datang dengan semangat yang baik setelah mendapatkan waktu istirahat dan menjalani program dari tim pelatih.
“Persiapan setelah jeda FIFA berjalan sangat baik. Para pemain juga sangat antusias kembali berlatih dan mempersiapkan diri untuk pertandingan besok,” ucap Ernando dalam sesi konferensi pers, Kamis (8/10).
Kiper yang akrab disapa Nando itu menilai waktu jeda memberikan kesempatan bagi tim untuk melakukan evaluasi. Setelah hasil imbang pada pertandingan sebelumnya, Persebaya ingin membawa perbaikan tersebut ke pertandingan berikutnya.
Menurutnya, seluruh pemain memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi Isenmulang. Persiapan yang sudah dijalani diharapkan bisa diterapkan dengan disiplin selama pertandingan.
“Kami sudah mendapatkan program dan arahan dari pelatih. Sekarang fokus kami adalah menjalankan strategi tersebut dengan baik di pertandingan. Kami ingin memperbaiki hasil sebelumnya dan berusaha mendapatkan tiga poin di laga tandang,” tegasnya.
Pada pekan sebelumnya, Persebaya hanya mampu meraih satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Green Force sempat unggul melalui sundulan Alex Martins pada menit ke-84.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit. Garudayaksa mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-89 melalui situasi bola mati. Tiga poin yang hampir berada di tangan akhirnya harus dibagi.
Situasi tersebut menjadi bahan bakar tambahan bagi Nando dan rekan-rekannya. Pemain berusia 24 tahun itu ingin pengalaman pahit di laga sebelumnya menjadi pelajaran sekaligus motivasi untuk tampil lebih kuat di Lampung.
“Kami sudah hampir mendapatkan tiga poin pada pertandingan sebelumnya, tetapi harus kehilangan kemenangan di menit-menit akhir. Karena itu, kali ini kami punya motivasi lebih untuk berjuang mendapatkan poin penuh,” timpalnya.
Nando menyadari pertandingan tandang tidak akan mudah. Namun, ia percaya dengan persiapan dan kerja keras seluruh pemain, Persebaya memiliki peluang untuk membawa pulang hasil yang diharapkan.
“Tentu kami berharap hasilnya lebih baik. Saya berharap besok kami bisa menang dan membawa pulang tiga poin,” tandasnya. (*)