Bernardo Tavares ketika mendampingi skuad Persebaya dari tepi lapangan saat melawan Garudayaksa FC. (Persebaya)

Coach Tavares: Persebaya Seharusnya Bisa Bermain Lebih Baik

Tiga poin sudah berada di depan mata, tetapi Persebaya harus mengakhiri pertandingan dengan satu angka. Hasil imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC membuat Bernardo Tavares menilai Green Force sejatinya masih bisa tampil lebih baik, terutama dalam memanfaatkan peluang dan menjaga konsentrasi hingga menit akhir.

Persebaya menghadapi Garudayaksa pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9). Alex Martins sempat membawa Green Force unggul melalui sundulan pada menit ke-84 setelah memanfaatkan umpan Jefferson Silva.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Lima menit berselang, Garudayaksa mampu menyamakan kedudukan dan Persebaya pun harus puas berbagi poin.

Padahal, Bajol Ijo tampil cukup agresif sepanjang pertandingan. Persebaya mencatatkan 19 percobaan tembakan dan mendapatkan sejumlah peluang untuk menambah keunggulan, termasuk gol Miguel Pereira yang dianulir oleh VAR.

Selepas pertandingan, Coach Tavares mengakui permainan Persebaya masih bisa ditingkatkan. Ia terutama menyoroti babak pertama ketika timnya memiliki beberapa peluang, tetapi belum mampu mengubahnya menjadi gol.

“Menurut saya, kami bisa bermain lebih baik pada babak pertama. Kami menciptakan beberapa peluang. Seperti yang saya sampaikan dalam konferensi pers sebelumnya, Garudayaksa memiliki pemain-pemain bagus. Dan itu terlihat pada pertandingan hari ini,” ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers, Sabtu (19/9).

Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti proses terjadinya gol penyama kedudukan. Menurutnya, Persebaya kehilangan konsentrasi dalam mengantisipasi situasi bola mati, terutama ketika Garudayaksa menjalankan skema sepak pojok pendek.

“Kami seharusnya tidak kebobolan seperti itu. Gol mereka berasal dari situasi bola mati. Saat melakukan short corner, garis pertahanan kami tidak naik dalam posisi yang sama,” jelasnya.

Kesalahan tersebut membuat Garudayaksa memiliki ruang untuk mengirimkan bola ke area tiang jauh. Pelatih berusia 46 tahun juga menilai tekanan terhadap pemain yang menguasai bola belum cukup agresif sehingga lawan mampu menyelesaikan skema tersebut dengan baik.

“Kami juga kurang agresif menekan pemain yang menguasai bola sehingga mereka bisa mengirim umpan ke tiang jauh dan mencetak gol. Itu menjadi satu-satunya peluang besar mereka pada babak kedua,” imbuhnya.

Di sisi lain, Coach Tavares tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain. Persebaya memiliki lebih banyak percobaan, sepak pojok, dan peluang sepanjang pertandingan. Hanya saja, penyelesaian akhir menjadi pembeda yang membuat tiga poin belum bisa diamankan.

“Secara keseluruhan, kami memiliki lebih banyak percobaan, lebih banyak sepak pojok, dan lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Namun, kami tidak mampu mencetak gol tambahan untuk memenangkan pertandingan,” kata Coach Tavares.

Menurutnya, pertandingan menghadapi Garudayaksa juga menunjukkan tingginya intensitas kompetisi. Karena itu, hasil ini harus menjadi bahan evaluasi agar Persebaya mampu tampil lebih matang pada pertandingan berikutnya.

“Ini pertandingan dengan intensitas tinggi dan saya mengapresiasi sikap para pemain,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA