Persebaya tampil luar biasa dengan kemenangan telak 4-0 atas Arema FC dalam Derby Jatim yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Bajol Ijo menunjukkan dominasi penuh sejak awal hingga akhir laga, menghadirkan malam yang tak terlupakan bagi para pendukungnya.
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung tancap gas.
Belum lama peluit dibunyikan, tekanan tinggi yang dibangun akhirnya berbuah hasil. Francisco Rivera membuka keunggulan setelah memaksimalkan umpan matang dari Mihailo Perovic. Sepakannya dari jarak dekat tak mampu dibendung kiper Arema FC. Skor berubah menjadi 1-0.
Keunggulan itu membuat Persebaya semakin percaya diri. Mereka terus menekan dan hampir menggandakan skor lewat aksi Jefferson yang menusuk ke kotak penalti. Namun, peluang tersebut belum mampu diselesaikan dengan baik oleh Perovic.
Pelatih Bernardo Tavares merespons situasi dengan melakukan perubahan taktis. Bruno Paraiba, Ichas, dan Mikael Tata dimasukkan untuk menjaga intensitas serangan dan menambah variasi di lini depan.
Arema FC sempat mencoba keluar dari tekanan dan mengambil alih permainan. Beberapa peluang tercipta, namun lini belakang Persebaya tampil disiplin dan Andhika Ramadhani sigap mengamankan gawangnya.
Persebaya kembali menambah daya gedor dengan memasukkan Bruno Moreira pada menit ke-68. Keputusan itu terbukti tepat. Lima menit berselang, Rivera dijatuhkan di dalam kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih.
Eksekusi Bruno Moreira sempat ditepis, namun Jefferson dengan cepat menyambar bola muntah dan mengubah skor menjadi 2-0.
Momentum sepenuhnya berada di tangan Persebaya. Pada menit ke-82, Rivera kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lewat penyelesaian tenang, ia membawa Bajol Ijo unggul 3-0.
Belum puas, Persebaya menutup pesta gol melalui serangan balik cepat. Mikael Tata sukses menuntaskan peluang dengan baik dan memastikan keunggulan 4-0.
Di sisa waktu pertandingan, Persebaya melakukan rotasi dengan memasukkan Oktavianus Fernando menggantikan Rivera. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-0 tetap bertahan.
Kemenangan ini menjadi bukti dominasi Persebaya dalam derby, sekaligus menunjukkan karakter kuat tim dalam menjaga fokus, intensitas, dan efektivitas sepanjang pertandingan. (*)