Persebaya pulang dengan kepala tegak dari markas Malut United. Kemenangan dua gol tanpa balas menjadi bukti bahwa Bajol Ijo mampu menjawab tekanan di laga tandang dengan penuh ketenangan dan determinasi.
Memasuki 15 menit awal babak kedua, Persebaya memilih bermain lebih sabar dengan menunggu momentum. Di sisi lain, Malut United langsung meningkatkan intensitas serangan, mencoba mengambil alih kendali permainan sejak peluit babak kedua dibunyikan.
Gelombang tekanan tuan rumah datang bertubi-tubi. Namun, lini belakang Bajol Ijo tampil disiplin dan tetap tenang. Koordinasi yang rapi membuat setiap upaya Malut United mampu diredam tanpa kepanikan.
Upaya memecah kebuntuan terus diupayakan dari bangku cadangan. Pada menit ke-58, pelatih Bernardo Tavares melakukan penyegaran dengan memasukkan Koko Ari dan Riyan Ardiansyah, menggantikan Malik Risaldi serta Pedro Matos. Perubahan ini memberi energi baru dalam permainan Persebaya.
Kerja keras itu akhirnya berbuah pada menit ke-73. Milos Raickovic memecah kebuntuan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras tanpa mampu dibendung kiper, setelah ia memaksimalkan umpan dari Bruno Paraiba.
Tak ingin kehilangan keunggulan, Persebaya kemudian memperkuat lini pertahanan. Pada menit ke-75, Leo Lelis masuk menggantikan Toni Firmansyah untuk menjaga keseimbangan tim sekaligus meredam agresivitas lawan.
Saat laga tampak akan berakhir dengan skor tipis, Persebaya justru memastikan kemenangan di masa tambahan waktu. Pada menit 90+1, Rivera mencetak gol indah setelah menerima umpan matang dari Riyan, menutup serangan dengan penyelesaian yang tenang.
Enam menit masa injury time tak mampu dimanfaatkan Malut United untuk bangkit. Persebaya tetap solid hingga peluit panjang dibunyikan, mengunci kemenangan 0-2 dalam laga yang penuh perjuangan dan emosi. (*)