TAJAM: Gelandang Persebaya Misbakus Solikin merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Kalteng Putra yang dikawal Galih Sudaryono di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, kemarin. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)

Tetap Tenang dalam Tekanan

MENTAL para pemain Persebaya Surabaya benar-benar diuji dalam lawatan ke Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, menantang Kalteng Putra kemarin. Bukan hanya tekanan dari pemain lawan dan penonton tuan rumah, melainkan juga keputusan-keputusan wasit Very Permana.

<

Justru tekanan paling berat memang datang dari wasit asal Garut itu. Dia begitu rajin memberikan pelanggaran di dekat area penalti Persebaya. Namun, klub berjuluk Green Force tersebut bisa tetap tenang dan mampu membawa pulang satu angka setelah imbang 1-1 dengan tuan rumah Kalteng Putra.

<

Misbakus Solikin, sekali lagi, menunjukkan ketajamannya. Gelandang jebolan klub internal Al Rayyan itu mencetak gol pada menit ke-62 sebelum akhirnya disamakan Dennis Buiney delapan menit kemudian. Tambahan satu angka membuat Persebaya tetap memimpin klasemen grup C babak 16 besar Liga 2.

<

Mulanya, pertandingan berlangsung cukup seru. Persebaya memainkan bola-bola pendek dan serangan dari sayap, lalu dibalas serangan balik cepat oleh Laskar Isen Mulang, julukan Kalteng Putra. Tapi, pada pertengahan babak pertama, wasit mulai sering memberikan hukuman kepada Persebaya.

<

Termasuk pada menit ke-42, bek Persebaya Andri Muliadi bertabrakan dengan striker Rivaldi Bawuo. Hasilnya, Andri malah terkena kartu kuning. Solikin yang berstatus kapten pun sempat memprotes keputusan wasit. "Aneh, kalau di dekat kotak penalti kami, pelanggaran sering terjadi," ujar Solikin yang kesal.

<

Meski keputusan wasit sering kali merugikan Persebaya, para pemain tetap tenang dan berfokus pada pertandingan. "Ini konyol sekali. Kami sentuh sedikit saja dianggap pelanggaran. Padahal, striker mereka sikut-sikut saya," kata Andri. "Tapi, kami tetap fokus dan tenang sesuai instruksi pelatih," jelasnya.

<

Pada pertengahan babak kedua, setelah skor sama 1-1, wasit semakin sering memberikan pelanggaran di dekat area penalti Persebaya. Tercatat, ada tujuh pelanggaran yang tak jauh dari area berbahaya itu. Karena gusar dengan seringnya pelanggaran, Solikin protes dan berujung kartu kuning pada menit ke-80.

<

Situasi makin tidak menguntungkan bagi tamu ketika memasuki injury time yang ditetapkan selama 5 menit, yang kenyataannya lebih dari itu. Ya, sekitar 23 detik setelah 5 menit injury time, striker Kalteng Putra Eksel Timothy terjatuh tanpa tersenggol dua bek Persebaya, Andri dan Fandry. Tapi, wasit justru menghukum pelanggaran.

<

Keputusan itu memancing emosi beberapa pemain Persebaya. Abu Rizal, Fandry, Andri, Solikin, Rendi Irwan, dan Irfan Jaya tidak terima dengan keputusan tersebut. Para pemain Persebaya juga sempat keluar lapangan untuk melakukan protes kepada pengawas pertandingan.

<

"Yang jujur kalau memimpin. Apa-apaan kami dicurangi begini. Kalau ingin menang, bukan seperti ini caranya," tegas Rendi kepada pengawas pertandingan.

<

Setelah sempat keluar lapangan, Persebaya kembali masuk dan melanjutkan pertandingan yang baru berakhir pada menit ke-98. Dan, skor tetap 1-1. Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera menilai, para pemainnya tetap bisa menjalankan instruksi dengan baik meski tertekan oleh banyaknya keputusan aneh dari wasit.

<

"Kami memang tidak bisa maksimal bermain dengan situasi pertandingan seperti itu," ujarnya. "Yang jelas, hasil ini patut kami syukuri. Kami akan pulang dan mulai berpikir bagaimana melawan Persigo (Semeru FC) Sabtu nanti (30/9)," kata tactician asal Argentina itu. (rid/c19/ham)

<

Story provided by Jawa Pos

BERITA LAINNYA