TAMU SPESIAL: Ahmad Reza Saputra, anak kecil penjual telur puyuh berkeliling lapangan bersama Presiden Persebaya Azrul Ananda, Konjen Australia di Surabaya Chris Barnes dan berkesempatan bertemu secara langsung dengan Irfan jaya serta tim Persebaya usai laga Persebaya melawan PSBS Biak dengan kemenangan Persebaya 5-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, kemarin. (Foto: Dite Surendra/Jawa Pos)
Bonek Cilik Penjual Telur Puyuh Akhirnya Bertemu Irfan Jaya

Usianya memang masih 11 tahun. Pekerjaannya menjual telur puyuh. Tetapi, kecintaannya kepada Persebaya Surabaya membuat Ahmad Reza Saputra selalu membeli tiket untuk setiap laga klub kesayangannya itu. Bagaimana ceritanya?

FARID S. MAULANA, Surabaya

REZA begitu bahagia kemarin. Bukan hanya karena Persebaya menang besar lima gol tanpa balas atas PSBS Biak di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Lebih dari itu, dia datang sebagai undangan khusus. Menonton di tribun VVIP dan duduk di samping Presiden Persebaya Azrul Ananda.

Bukan hanya itu. Dia juga bertemu dengan sang idola, winger Persebaya Irfan Jaya, begitu pertandingan bubar. Setelah pertandingan, Azrul mengajak Reza turun ke lapangan menemui pemain. Para pemain pun antusias bertemu dengan dia. Irfan pun mengajaknya berkeliling lapangan, membalas dukungan Bonek.

Irfan juga memberikan jersey bernomor punggung 41 kepada Reza. Tak lupa pula Irfan membubuhkan tanda tangan. Dengan mata berkaca-kaca menahan haru, Reza memeluk pemain idolanya sembari menerima jersey. ''Seneng. Seneng banget. Saya suka Irfan karena mainnya cepat dan sering cetak gol,'' kata Reza.

Sebelum kickoff, Reza yang datang diantar ayahnya, Dian Risdianto, begitu bahagia. Apalagi, idolanya mencetak dua gol kemarin. ''Ya, dia kalau nonton pakai uang sendiri. Beli pernik-pernik Persebaya dari uang hasil jual telur puyuh,'' ujar sang ayah kepada Jawa Pos.

Reza menjadi contoh bagi Bonek generasi baru yang berusia muda dan mandiri. Tidak ada dalam kamusnya menonton tanpa membeli tiket. Walaupun itu berasal dari uang simpanan hasil berjualan telur puyuh yang per hari hanya mendapat Rp 20 ribu–Rp 30 ribu.

Sehari-hari Reza berjualan di kawasan Gresik Kota Baru. Ayahnya mengantar Reza pukul 19.00 dan menjemput dia pukul 23.00. Saat akhir pekan, Reza di antar berjualan ke Taman Apsari dan sekitarnya.

Bocah jebolan kelas V SD itu mencuri perhatian setelah bertemu dengan beberapa Bonek ketika berjualan di Taman Apsari. Oleh pemilik akun Instagram Dirty27, video Reza yang berjualan dengan mengenakan baju Bonek di-share di Instagram dan kemudian viral.

Kabar itu pun didengar Presiden Persebaya Azrul Ananda yang kemudian mengundang bocah yang tinggal di Petemon tersebut menonton laga Persebaya melawan PSBS. Azrul mengatakan, itu bukti Persebaya bukan sekadar klub bola. ''Lebih dari itu, ini kebanggaan bersama seluruh masyarakat Surabaya,'' tuturnya. (*/c4/ham)

 

 

 

Story provided by Jawa Pos

BERITA LAINNYA