Kondisi Risky Dwiyan sudah membaik bahkan ia mampu berjalan meski sempoyongan. (Persebaya)

Risky Dwiyan Sudah Bisa Berjalan

Seminggu sudah Risky Dwiyan dirawat di Rumah Sakit Premier Surabaya. Ia mengalami cedera pada tulang belakang dalam sesi latihan Senin (14/8) sore pekan lalu. Kini kondisi pemain asal Kediri itu sudah berangsur pulih. Bahkan ia sudah mulai berjalan dari ruang perawatan hingga lorong medis.

Menurut dokter tim Persebaya dr. Ahmad Ridhoi, pemain bernomor punggung 22 itu sudah kian membaik. Dari perawatan di ruangan Intensive Care Unit (ICU) kini Risky berpindah ke ruang biasa.

“Kondisinya menunjukan hasil yang baik, meski bisa jalan tetapi jalannya masih sempoyongan. Dua hari sekali dengan pihak dari rumah sakit menyuntikkan stimulan nutrigen untuk menstimulasi agar dia bisa merespon dan jalan normal,” kata Ridhoi.

Dokter lulusan Universitas Airlangga itu menyebutkan, pemain yang sudah dua musim bersama Bajol Ijo itu setidaknya harus absen hingga satu bulan kedepan. Pemulihan pada otot bagian belakang memang sedikit lama untuk kembali ke lapangan. 

Tim medis tidak terburu-buru untuk mengizinkan Guk sapaan akrab Risky bisa kembali ke lapangan. Mereka akan melihat kondisinya secara detail. 

“Kita selalu evaluasi tiap pekan, jadi untuk berapa lamanya kita masih belum tahu,” jelasnya.

Sementara itu, Guk saat ditemui mengaku gembira dengan dukungan dengan ofisial dan rekan setimnya untuk bisa segera pulih. Dari awal ia dirawat hingga bisa berjalan setiap harinya pemain Bajol Ijo membesuk.

Bahkan puncaknya ketika Persebaya melawan PSM Makassar lalu, di mana sebelum bertanding ia dihubungi pemain lainnya agar cepat sembuh.

“Mereka alasan saya biar bisa kembali ke lapangan. Dari sebelum berangkat ke stadion hingga sebelum main saya di telpon sama anak-anak biar cepat pulih, apalagi Persebaya meraih tiga kemenangan beruntun. Disitu saya ingin sekali kembali ke lapangan,” paparnya.

“Tetapi saya masih mengikuti saran dokter agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya. (*)

BERITA LAINNYA