Pemain Persebaya merayakan gol kedua yang dicetak Rizky Ridho. (Persebaya)
Ledakan Awal Persebaya

Insyallah arek-arek iki bakal mbledos. Insyallah, pemain saya akan meledak. 

Sejak awal pembentukan tim, kalimat itu sering diucapkan Aji Santoso kepada jajaran manajemen. Hal itu perlu ditekankan sang pelatih, karena bagaimana pun tim yang ia bentuk penuh pemain muda. Mayoritas dari internal Persebaya, meski banyak juga pemuda dari klub lain. Sejumlah netizen bahkan menyebut mereka dari antah berantah karena memang tidak punya nama sebelumnya.

Rata-rata usia pemain Persebaya tidak sampai 22 tahun. Rizky Ridho yang menjadi kapten Persebaya tadi malam, baru berusia 20 tahun. Ridho adalah pemain jebolan Persebaya U-20 yang pada 2019 membawa Persebaya juara elite pro academy.

Tandem Ridho di posisi bek tengah Bajol Ijo, Riswan Lauhin, bisa dimasukkan kelompok yang oleh netizen disebut antah berantah. Ia tidak punya track record mentereng di kancah sepak bola tanah air. Jangankan Liga 1, di Liga 2 pun ia tidak pernah main. Aji memberikan kesempatan pemain muda asal Ternate itu karena rekomendasi temannya. Siapa sangka, ia bisa mengimbang kelugasan dan ketangguhan Ridho yang dalam dua tahun terakhir menjadi langganan timnas.

Kombinasi pemain muda dan tidak punya nama besar itu menghadirkan cerita tersendiri. Kekalahan 0-1 pada laga perdana melawan Persikabo seolah-olah menjadi bukti kalau Persebaya akan kesulitan bersaing. Kata beberapa netizen, tidak degradasi sudah untung.

Padahal, saat itu Persebaya mencetak jauh lebih banyak peluang dibandingkan Persikabo. Padahal, di musim sebelumnya, Persebaya beberapa kali juga kalah di laga perdana. Namun itulah yang terjadi.  

”Apakah Persebaya tidak berencana mendatangkan pemain lagi? Pendaftaran masih buka,” tanya seorang wartawan kepada Aji pada pre match press conference Minggu lalu.

Aji nyengir mendapatkan pertanyaan itu. ”Saya rasa impossible untuk menambah pemain. Kalau pun mau beli kate njupuk sopo (akan ngambil pemain mana)?” ucapnya.

Tadi malam, Persebaya menjawab keraguan itu. Meski tidak sepenuhnya. Meski hanya sebagian. Bajol Ijo menang 2-0 atas Persita di GBT. 

”Saya tegaskan, saya selalu yakin dengan kemampuan tim saya, pemain saya. Mereka ini tinggal diberi jam terbang akan meledak. Hanya masalah waktu anak-anak akan menjadi pemain hebat, jam terbang,” kata Aji dalam post match press conference.

Aji menambahkan, dirinya dan manajemen sepakat bahwa tim musim ini adalah pondasi jangka panjang. Pondasi yang harus ditata lagi setelah pandemi. Mayoritas pemain dikontrak jangka panjang. Kalau pun tahun ini ”hanya” target papan atas, itu akan menjadi bekal untuk membidik juara musim selanjutnya.

Kemenangan 2-0 atas Persita adalah ledakan awal Ridho dkk. Pecinta Persebaya akan setia menunggu ledakan-ledakan lebih besar selanjutnya. (*)

 

BERITA LAINNYA