TERPESONA: Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kanan) dan Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda di tribun Gelora Bung Tomo, Surabaya. Edy sangat terkesan dengan atmosfer pertandingan di Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin. (Foto: Dite Surendra/Jawa Pos)

Mimpikan Duel Persebaya vs PSMS Medan

ATMOSFER Homecoming Game Persebaya Surabaya kemarin (19/3) membuat Edy Rahmayadi takjub. Ketua umum PSSI itu terharu melihat kreativitas dan dukungan masif Bonek buat tim kesayangan. Edy pun "ketagihan" melihat atmosfer indah seperti laga kemarin.

"Saya ingin mengajak Persebaya uji coba melawan PSMS Medan," kata Edy kepada Jawa Pos. "Kalau bisa home and away. Atau Persebaya yang main di Medan. Biar sepak bola di sana bisa bergairah kembali," ujar pria yang juga menjabat Pangkostrad itu.

Edy kemarin harus berjalan kaki untuk bisa masuk stadion. Namun, dia terlihat sangat menikmati. "Ya, saya rela berjalan kaki untuk bisa menyaksikan bangkitnya Persebaya dan semangat dari suporter mereka," tegasnya.

"Sungguh, sepak bola milik rakyat itu benar adanya. Saya ingin daerah lain juga sama. Sepak bola di tanah air harus bergairah seperti di sini (Surabaya, Red)," tuturnya.

 

INDONESIA RAYA: Para pemain dan penonton menyanyikan lagu kebangsaan sebelum kick-off. (Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Ribuan Bonek yang hadir di Gelora Bung Tomo benar-benar meluapkan kerinduan mereka terhadap Persebaya Surabaya. Kerinduan itu mereka luapkan lewat berbagai aksi atraktif di tribun dan lapangan.

Di tribun selatan, misalnya. Bendera berukuran raksasa ditampilkan pada awal laga. Bergambar logo wong mangap dengan latar belakang warna hijau dan putih, bendera raksasa tersebut menutup tribun bagian bawah.

Penampakan bendera itu menyita ribuan suporter lain. Penonton di tribun utara atau yang biasa di sebut Green Nord '27 tak mau ke tinggalan. Mereka mempertontonkan koreografi berlatar warna hijau dan putih dengan huruf V yang menutupi hampir seluruh tribun.

Logo Persebaya pun tak ketinggalan dimunculkan di bagian tengah. Chant juga tak berhenti dinyanyikan sepanjang laga. Yang patut diapresiasi, tak ada nyanyian atau chant bernada rasis. Semua murni berisi dukungan terhadap Persebaya.

 

 

KREATIF: Bonek di tribun utara membuat koreografi berlatar warna hijau dan putih dengan huruf V yang menutupi hampir seluruh tribun. (Foto: Boy Slamet/Jawa Pos)

Syaiful Antoni, dirigen tribun utara, mengungkapkan, dirinya dan rekan-rekannya memerlukan waktu seminggu untuk mempersiapkan koreografi yang dinamai Victory Persebaya itu. Dibutuhkan ribuan kertas hijau dan putih untuk mewujudkan koreografi tersebut.

''Konsepnya sudah dibuat jauh-jauh hari. Sabtu (18/3) diaplikasikan di tribun. Hari ini (19/3) eksekusinya,'' jelasnya. (ben/rid/c9/c23/bas)

 

Story provided by Jawa Pos

 

BERITA LAINNYA