SOLD OUT: Suasana Gelora Bung Tomo sebelum pertandingan yang ditangkap dari drone. Stadion yang mulai dibuka pada 6 Agustus 2010 itu dipadati 60 ribu penonton (19/3). (Foto: McDonald Arthur/Jawa Pos)
Luapan Penantian 4 Tahun

INI mungkin pertandingan persahabatan terheboh dalam sejarah sepak bola Indonesia. Sebanyak 55 ribu penonton memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dalam laga Persebaya melawan PSIS Semarang kemarin (19/3).

Bukan hanya itu. Puluhan ribu lainnya, yang mungkin cukup memenuhi stadion lagi, berada di luar. Tidak hanya penonton yang menembus rekor. Beberapa tokoh VVIP juga hadir meski itu "hanya" laga persahabatan dua klub Liga 2 (kasta kedua sepak bola tanah air).

Menpora Imam Nahrawi tidak mau tertinggal menjadi saksi Homecoming Game Persebaya. Bersama Ketua Umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi, Imam harus berjalan berkilometer karena terjebak macet untuk sampai di stadion karena begitu banyaknya suporter yang menjejali area sekitar stadion.

"Saya baru pertama berjalan kaki 3 kilometer untuk menyaksikan sepak bola," kata Imam Nahrawi. "Terima kasih kepada Bonek yang telah berjuang membawa Persebaya kembali. Terima kasih kepada seluruh pihak yang turut andil membawa Persebaya kembali," lanjutnya.

Ya, laga persahabatan Persebaya melawan PSIS kemarin adalah yang pertama dalam empat tahun terakhir, setelah Persebaya terasing dari kancah sepak bola tanah air. Bahwa begitu banyak Bonek yang datang hingga memacetkan akses menuju Stadion GBT, itu adalah bentuk luapan kangen mereka ke penampilan klub berjuluk Green Force itu.

Kerinduan tersebut terbayar dengan kemenangan Persebaya 1-0 atas PSIS. Gol kemenangan Green Force diciptakan Rachmat Irianto pada menit ke-83 melalui titik putih. Penyebabnya, Irfan Jaya dijatuhkan pemain belakang PSIS Safrudin Tahar.

"Saya apresiasi dan takjub melihat pertandingan ini. Saya bangga bisa hadir menyaksikan Persebaya," puji Edy. "Saya rela berjalan berkilo-kilometer untuk bisa menyaksikan bangkitnya Persebaya. Saya sarankan manajemen dan panitia harus evaluasi, karena kalau macet seperti ini suporter bisa tidak nyaman karena tidak mendapatkan akses ke stadion," paparnya.

 

TAKJUB: Ketum PSSI Edy Rahmayadi bersama istri Nawal Lubis didampingi Waketum PSSI Iwan Budianto saat berjalan menuju Gelora Bung Tomo. (Foto: Sidik Tualeka/Jawa Pos)

Memang, ke depan manajemen Persebaya dan semua stakeholder olahraga di Surabaya harus melakukan evaluasi serta pembenahan. Antusiasme Bonek untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya belum diimbangi dengan kesiapan dan infrastruktur.

Tidak pernah pertandingan-pertandingan Persebaya sebelumnya seheboh kemarin. Dulu laga Persebaya versus Arema di GBT pada 4 Maret 2012 pernah dianggap sebagai yang paling heboh. Sebanyak 55 ribu kapasitas stadion penuh sesak. Namun, suasana di luar stadion tidak seramai kemarin. Semua penonton saat itu bisa masuk.

Demikian halnya kala Persebaya menjamu klub Premier League Queens Park Rangers pada 23 Juli 2012, juga di GBT. Ketika itu stadion tidak sampai penuh sesak seperti kemarin. Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang turut andil hingga Homecoming Game Persebaya bisa terlaksana dengan baik.

"Terima kasih kepada Mas Imam Nahrawi, yang telah membantu Persebaya untuk kembali. Dan Pak Edy yang menjadi sejarah kelahiran Persebaya," kata Azrul. "Juga kepada Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) serta Pak Iqbal (Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal) yang turun langsung ke lapangan. Apresiasi kepada Bonek yang terus berusaha menjadi suporter yang lebih baik," lanjutnya.

Gelombang kedatangan Bonek ke GBT mengalir sejak sebelum tengah hari. Saking besarnya kerinduan mereka untuk menyaksikan Persebaya, banyak yang datang ke stadion meski belum memiliki tiket. Padahal, sejak beberapa hari lalu telah diumumkan, tiket ekonomi sudah sold-out.

Meski banyak yang tidak bisa masuk, suasana di luar stadion tetap terkendali. M. Iqbal mengapresiasi Bonek lantaran semua berjalan dengan aman. "Keberhasilan laga ini adalah keberhasilan Bonek," ucapnya.

"Kita akan coba kelola. Banyak Bonek yang tidak bisa masuk (stadion). Memang demand dan supply sangat timpang. Alhasil, teman-teman Bonek di stadion penuh, di luar juga penuh. Artinya, ini adalah bentuk kecintaan pada Persebaya," lanjut mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu.

Dalam laga kemarin, manajemen Persebaya juga memperkenalkan sponsor yang akan mendampingi tim sepanjang perjalanan mereka di Liga 2 musim ini. Mereka adalah Kapal Api, Antangin, Honda Surabaya Center, MPM Distributor Honda Motor, dan Proteam.

APRESIASI: Dari kiri, Saleh Hanifah (kompetisi internal), Subrodo (mantan pemain dan pelatih), Seno (keluarga alm Supangat), Eddy Tan (GM PT Deltomed Laboratories), Kevin Mergonoto (PT Santos Jaya Abadi), Imam Nahrawi (Menpora), Azrul Ananda, Kombespol M. Iqbal (Kapolrestabes Surabaya), Suwito (Presdir MPM Honda), Thomas More Suharto (direktur PT Inkor Bola Pacific), Andie Peci (perwakilan Bonek), serta maskot Persebaya, Jojo dan Zoro. (Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos)

 

Perwakilan sponsor itu di perkenalkan kepada para suporter saat jeda pertandingan. Turut diajak ke pinggir lapangan bersama sponsor, figur-figur yang selama ini berjasa dalam perjalanan Persebaya. Diantaranya adalah Seno, perwakilan almarhum Supangat (komentator sekaligus MC legendaris Persebaya), Soebodro yang merupakan mantan pemain dan pelatih Persebaya, Okka Eka pencipta chant Persebaya, serta Direktur Amatir Saleh Hanifah yang telah mengelola kompetisi internal Persebaya. (dit/rid/c10/c9/ang)

 

Story provided by Jawa Pos

 


BERITA LAINNYA