Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda duduk di salah satu sudut lapangan yang dulu biasa ia tempati saat menonton Persebaya berlaga. Azrul bernostalgia dengan masa kecilnya saat memasuki stadion legendaris tersebut. (Persebaya)
Presiden Klub Persebaya Nostalgia di Tambaksari

Selasa kemarin cukup bersejarah bagi Persebaya. Untuk kali pertama, Bajol Ijo bisa menggelar latihan di Stadion Gelora 10 Nopember. Seluruh pemain, pelatih, hingga jajaran manajemen yang hadir langsung bernostalgia dengan memori indah mereka dengan stadion yang dikenal dengan sebutan Tambaksari itu. Tidak terkecuali presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda.

Azrul seperti terseret ke lorong waktu, begitu masuk ke dalam stadion legendaris tersebut. Kenangan masa kecil muncul satu persatu.

”Dulu kalau nonton Persebaya, saya masih pakai baju SD atau SMP, karena memang dari sekolah langsung ke sini,” kenang Azrul. ”Saya biasanya duduk di sebelah gawang, karena aturan waktu itu belum ketat, dan Abah saya pengurus,” lanjutnya.

Azrul kemarin sempat duduk kembali di sebelah gawang sisi selatan. Tepat posisi duduknya ketika kecil dulu. 

”Renovasi yang dilakukan pemkot sangat bagus. Rumput luar biasa. Tanpa menghilangkan kesan legendaris dari stadion ini,” pujinya.

Figur yang juga hobi bersepeda tersebut bersyukur Persebaya akhirnya mendapatkan kesempatan merasakan berbagai peningkatan fasilitas stadion. Harapannya dengan sinergi seperti sekarang terus berlanjut di masa mendatang. Sehingga dapat mempermudah langkah Bajol Ijo untuk berbuat banyak di semua kompetisi yang diikuti. (*)

 

 

BERITA LAINNYA