Alden saat menjuarai turnamen lokal di Mojokerto. Ia menjadi peserta PJC terjauh hingga saat berita ini ditulis. (Doc pribadi)
Persebaya Junior Camp
Tak Pedulikan Jarak Demi Wujudkan Mimpi

Pendaftaran Persebaya Junior Camp telah dibuka sejak Kamis (11/2) lalu. Animo masyarakat cukup besar untuk mengikuti pelatihan yang diadakan manajemen Bajol Ijo tersebut. Hingga kini tercatat sudah 25 pemain di bawah usia 12 tahun yang mendaftar. Salah satu peserta bahkan datang jauh-jauh dari Mojokerto.

Muhammad Alden Putra menjadi salah satu peserta yang berasal dari luar kota. Ia berasal dari dusun Lontar, desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Impian untuk menjadi pemain masa depan Persebaya memotivasi dirinya bergabung dengan PJC.

Deryth Salversanda, ayah Alden, menjelaskan, anaknya sendiri yang memiliki keinginan mendaftar PJC. Bahkan Deryth baru tahu ada event PJC setelah diberitahu oleh sang putra lewat unggahan di media sosial Persebaya.

"Alden sendiri yang minta didaftarkan. Saya tahunya juga dari dia waktu menunjukkan poster PJC di media sosial," ungkap Deryth.

Dari pengakuan Deryth didapatkan bahwa Alden juga seorang Bonek. Siswa SSB Phoenix tersebut mengidolakan Irfan Jaya dan Rendi Irwan.

Untuk mewujudkan impian anaknya menjadi pemain masa depan Persebaya, Deryth tidak memperdulikan jauhnya jarak antara Mojokerto dan Surabaya. Semua dilakukan demi sang putra tercinta.

Sebagai informasi, PJC tidak menyediakan penginapan bagi peserta. Karena memang konsep yang diusung tidak mewajibkan peserta untuk tinggal di lokasi pelatihan. Mereka hanya wajib hadir di tiga kali pertemuan setiap pekannya selama Maret hingga April.

"Ia sering nonton Persebaya di televisi. Idolanya itu Irfan Jaya dan Rendi. Tapi dia belum pernah ke stadion, karena jaraknya lumayan dari sini. Tapi untuk PJC ya pasti saya antar. Jauh tidak masalah demi mimpi anak," jelas pria 38 tahun tersebut.

Kredibilitas Persebaya juga membuat Deryth makin yakin mendaftarkan putranya. Sebagai orang tua ia ingin apa yang didapatkan Alden dari SSB bisa lebih terasah. Apalagi di PJC menggunakan pelatih berlisensi AFC.

"Alasan kami mendaftarkan putra kami untuk mengikuti PJC karena untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak serta menjadi tolak ukur kemampuan anak dalam mengikuti sepakbola," tandasnya.

PJC sendiri akan diselenggarakan pada 6 Maret nanti. Nantinya peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dari tim pelatih yang berlisensi AFC. (*)

 

BERITA LAINNYA