Zoubairou Garba (tengah) berfoto bersama tim atletik di daerah Sukabumi. Zou sering berlatih bersama tim atletik selama berada di kampung halaman. (Doc Zoubairou)
Jaga Kondisi Bareng Tim Atletik

Profesionalisme pemain sepak bola diuji di tengah vakumnya kompetisi. Mereka dituntut untuk menjaga kondisi tanpa adanya latihan tim. Bagi pemain senior seperti Zoubairou Garba justru situasi sekarang dijadikan pelecut bagi dirinya sendiri. Bahkan ia terus menguji batas fisiknya dengan cara berlatih bersama atlet muda.

Saat ini bek Persebaya tersebut pulang ke kediamannya di Sukabumi. Di sana Zoubairou lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan berlatih mandiri. Menurutnya, kunci ia masih bisa aktif bermain di usia yang tak lagi muda adalah rutin menjaga kondisi di situasi seperti apapun. 

Pemain naturalisasi tersebut juga membagikan rahasianya tetap kompetitif di usia 35 tahun. Selain rutin menjaga kondisi ia juga mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Zoubairou juga mengatur pola istirahat. Begadang adalah sesuatu yang paling dihindarinya.

"Saya terbiasa untuk jaga pola makan saya. Tidak minum alkohol dan gak merokok. Yang tidak kalah penting adalah istirahat yang cukup dan tidak begadang," bebernya.

Pemain kelahiran Kamerun tersebut juga tidak mengendurkan intensitas latihan meski sedang tidak dalam persiapan pertandingan. Zou berlatih sebanyak empat hingga lima kali dalam sepekan dengan durasi 60 menit. "Setiap Minggu saya latihan lima hari dan minimal satu jam setiap hari. Sambil lawan dengan musuh kita pertama, yaitu rasa malas," jelasnya.

Beberapa pemain banyak berlatih dengan sekolah sepak bola atau tim sepak bola setempat. Namun Zou memiliki cara lain. Ia lebih suka mencari keringat bersama atlet olahraga atletik. Padahal secara usia, Zou bisa dibilang sangat senior dibandingkan atlet yang lain.

Namun semangat muda itulah yang sedang dicari oleh mantan pemain PS Tira-Persikabo tersebut. Ia ingin mempertahankan energi positif di tengah ketidakpastian kelanjutan liga 1.

"Ya memang saya suka latihan bersama anak anak atletik buat bisa jaga fisik saya. Meskipun haru saya akui latihan mereka lebih keras. Tapi saya tanamkan saya harus bisa. Sambil menunggu liga bergulir kembali karena kita harus tetap positif dan optimis dalam hidup kita," terang Zou.

"Selain itu saya suka jadi motivator untuk mereka maupun anak-anak atletik dan anak-anak SSB," pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA