Muhammad Hidayat saat berduel dengan Paulo Sergio dengan Bali United dalam laga Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. (Persebaya)
Sosok Idola Muhammad Hidayat

Setiap pemain bola selalu memiliki sosok idola. Seorang panutan yang menjadi inspirasi bagi karir dan kehidupan sehari-hari. Gelandang Persebaya, Muhammad Hidayat rupanya memiliki beberapa idola. Diantaranya adalah Fakhri Husaini dan Ponaryo Astaman.

Rupanya kedua tokoh tersebut memiliki cerita masing-masing bagi pemain yang akrab disapa Dayat tersebut. Fakhri Husaini contohnya, yang sudah menjadi idola Dayat sejak kecil.

Bukan tanpa alasan, ternyata Dayat pernah merasakan dilatih oleh pelatih yang pernah membawa timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF tersebut. Bagi Dayat, coach Fakhri menjadi salah satu sosok yang membantu kesuksesan karirnya.

"Saya termasuk mengidolakan coach Fakhri Husaini, sangat mengidolakan dengan prestasi beliau. Apalagi saya pernah dilatih beliau saat di SSB," ungkap Dayat.

"Saya dulu mengawali masuk dunia sepak boladi SSB Mulawarman yang dilatih langsung oleh coach Fakhri. Dari sana awal perjalanan saya memasuki dunia sepak bola, hingga akhirnya menjadi bagian Persebaya," imbuhnya.

Sementara itu, Dayat memiliki alasan lain saat mengidolakan gelandang timnas Indonesia, Ponaryo Astaman. Bagi pemain kelahiran Bontang tersebut, Ponaryo menjadi role model gelandang bertahan. Banyak ilmu yang didapat Dayat selama mempelajari permainan Ponaryo.

"Kalau bang Ponaryo karena posisi saya kebetulan sama dengan bang Ponaryo. Menurut saya dia contoh bagus gelandang lokal," tutur Dayat.

"Saya sering belajar cara bermain bang Ponaryo di posisinya sebagai gelandang bertahan, saya juga beberapa kali mengikuti cara bermainnya," sambungnya.

Selain itu, kesuksesan Ponaryo di klub hingga menjadi kapten timnas Indonesia juga menjadi inspirasi tersendiri bagi Dayat. Dirinya bertekad untuk bisa mencapai kesuksesan karir seperti yang diraih Ponaryo. (*)

 

 

BERITA LAINNYA