Lilla Puspita berebut bola dengan pemain bertahan Bali United di lapangan Agro, Batu siang tadi. Terkuras fisik dan stamina akibat jadwal super ketat membuat Persebaya putri kesulitan di seri 1. (Persebaya)
Liga 1 Putri 2019, Persebaya 0-6 Bali United
Jadwal Amburadul, Persebaya Kalah Lagi

Persebaya putri masih kesulitan mengarungi Liga 1 Putri 2019. Dengan persiapan yang mepet dan jadwal yang super ketat, membuat Women in Green tidak dapat banyak berbuat. Dengan masa recovery hanya 24 jam,  Persebaya akhirnya harus menyerah 6 gol tanpa balas atas Bali United di lapangan Agro, Batu, sore tadi.

"Saya rasa tidak semestinya jadwal kompetisi untuk tim putri dibuat seketat ini. Kita kemarin main dan sekarang sudah harus main lagi," keluh pelatih Persebaya putri, Ridwan Anwar.

Selain jadwal ketat, perubahan jadwal saat seri berlangsung juga berpengaruh. "Sebelumnya diputuskan main jam 1 siang, lalu diubah jadi jam 8 pagi, lalu di menit akhir diubah lagi ke jam 1, jelas ini berpengaruh pada persiapan tim," imbuhnya.

Rencananya Ridwan akan berkoordinasi dengan manajemen dalam waktu dekat. Dirinya ingin keluhan ini dapat disampaikan kepada PSSI.

Keluhan juga disampaikan oleh kapten Persebaya putri, Lilla Puspita. Menurut mantan pemain timnas Indonesia putri tersebut jadwal Liga 1 Putri harus dibuat lebih "manusiawi" lagi. "Ini kompetisi dan labelnya Liga 1, bukan kejuaraan seperti Piala Pertiwi atau Piala Soeratin, harusnya PSSI bisa mengevaluasi jadwal agar lebih baik lagi," katanyi.

Persebaya kembali akan bertanding pada Sabtu, 12 Oktober. Pemimpin klasemen grup B, Persipura putri akan menjadi lawan Women in Green di laga terakhir seri 1. (*)

BERITA LAINNYA