Ekspresi kegembiraan Zulfikar Akhmad Medianar Arifin (51) setelah eksekusi penaltinya pada menit ke-52 membuat Persebaya U-20 kembali unggul atas PSIS Semarang U-20 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar sore tadi. Persebaya U-20 melaju ke final Liga 1 U-20 2019. (Persebaya)
Semifinal Elite Pro Academy U-20: Persebaya 3-1 PSIS Semarang
Final Rek!

Persebaya U-20 berhasil menembus babak final Elite Pro Academy U-20 2019. Dalam semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, sore tadi, Rifky Afryan Hartono dkk menang 3-1 atas PSIS Semarang.

Lolos ke semifinal dengan predikat juara grup di babak delapan besar, Young Greeen Force langsung tampil menyerang. Tim besutan Uston Nawawi itu menciptakan sejumlah peluang emas. Gol pertama tercipta pada menit ke-18 melalui Dwiki Mardiyanto.

Unggul, Persebaya terus menekan. Namun, PSIS malah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Rifqi Arya Wardana membuat gol bunuh diri setelah menyambar bola liar yang sebelumnya diantisipasi kiper Persebaya, Ernando.

Memasuki babak kedua, Persebaya terus melancarkan serangan. Pada menit ke-52, Zulfikar Akhmad dilanggar oleh bek PSIS di kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih. Zulfikar yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Kembali unggul, Persebaya tetap tampil menyerang. Beberapa peluang emas tercipta, namun sampai 90 menit pertandingan, tidak ada gol yang diceploskan. Baru pada masa injury time, Fajar Bayu Okoca memastikan kemenangan Young Green Force dengan golnya.

”Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa melaju ke final,” kata Uston seusai laga. ”Anak-anak bermain tanpa kenal lelah hingga peluit panjang. Mampu mengalahkan PSIS yang terbukti dalam laga ini begitu kuat,” lanjutnya.

Legenda Persebaya era 1990-an ini mengaku tidak khawatir dengan siapa pun lawan yang akan dihadapi di final. Hingga tulisan ini diturunkan, laga semifinal lainnya antara Barito Putera U-20 melawan Bhayangkara FC U-20 masih berlangsung. Final akan diselenggarakan pada 12 Oktober mendatang di Gianyar.

“Saya meminta pemain untuk tidak meremehkan lawan. Kami tidak akan memilih lawan untuk final. Karena setiap tim yang mencapai final adalah tim tangguh. Kami harus siap,” tandas Uston. (*)

BERITA LAINNYA