Kapolrestabes Surabaya, Rudi Setiawan saat menjaga keamanan pertandingan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Kapolrestabes yang humble nan tegas itu akan menerima amanah dan tantangan lebih tinggi menjadi Wakapolda Lampung (Surabayapolice1.official for Persebaya)
Catatan Persebaya
Yakinlah, Ndan. Kami akan Tetap Jogo Suroboyo

Oleh: Ram Surahman

Bintang itu semakin mendekat. Jika semua lancar, satu bintang akan bersemat di pundak  Kapolrestabes Surabaya, Rudi Setiawan. Menggantikan tiga melati yang menghiasi dipundaknya selama ini. Komandan yang humble nan tegas ini menerima amanah dan tantangan lebih tinggi dari pimpinan Polri. Dipromosikan menjadi  Wakapolda Lampung.

Itu berarti, perpisahan harus terjadi. Selama 18 bulan kebersamaan dengan Persebaya dan Bonek harus diakhiri. Banyak  kisah sukses yang terangkum selama masa tugas pak Rudi di Surabaya. Salah satunya, Pak Rudi sukses membaur dengan Bonek.

Beliau tak segan melepas uniform maupun pangkat di pundak. Berdiri sejajar maupun duduk melingkar dengan arek-arek. Mendengar keluh kesah, saran maupun masukan tanpa melihat siapa yang mengatakan. Walau dengan bicara ceplas ceplos  gaya suroboyoan. Tak masalah. Los gak rewel!

Jujur, tak banyak pejabat bisa nyaman dengan situasi seperti ini. Entah atas nama protokoler atau birokrasi yang menghalangi. Ada saja. Jika ada Bonek yang melanggar, tak serta aturan kaku diterapkan. Pendekatan persuasif lebih dikedepankan. Dituturi. Diingatkan agar tak berbuat salah lagi.

Pernah, ada bentrok aparat kepolisian dengan Bonek seusai pertandingan. Timelinemedia sosial sempat ramai dengan foto korban pukulan dan bertebaran kecaman. Gak pake lama, Pak Rudi langsung bergerak. Mengundang perwakilan Bonek  dan menyampaikan maaf di depan mereka. Inilah  pemimpin sejati. Tak segan minta maaf jika memang  salah.

Inilah salah satu sebab sosok Pak Rudi mengena di hati. Persis dengan gaya Suroboyoan ala Bonek. Katakan benar jika benar, salah jika memang salah. Gak pakai ditambahi atau dikurangi. Kebenaran itu, sepahit apa pun akan diperjuangkan. Siapa pun akan dilawan jika memang di luar jalur kebenaran. Itulah Bonek. Tak mau asal joget. Atau pun cari aman.

Fisik, Pak Rudi tak akan dijumpai di Sikatan lagi. Kendati begitu, satu hal yang pasti akan selalu diingat dan dipegang Bonek dan seluruh warga kota yakni slogannya; AYO JOGO SUROBOYO. 

Sederhana kalimatnya tapi penuh makna.  Menjadi pengingat bagi siapa pun, warga kota atau siapa pun yang tinggal di Surabaya, senantiasa turut menjaga dan merawat kota tercinta ini. Menanamkan jiwa polisi pada diri sendiri.

Percayalah Pak, pesan ini akan kami terus jalankan. Haram bagi kami, mengotori kota tercinta ini, yang dibangun  dari darah para pahlawan bangsa ini, dengan tingkah-tingkah melanggar aturan. Siapa pun boleh meragukan komitmen ini.  Tapi, biarlah waktu yang membuktikan. Toh, kami juga tak gila pengakuan.  Misal, dengan main sweping-swepingan. (*) 

Pak Rudi, selamat menempati jabatan baru. Doa kami menyertaimu. Sampai ketemu saat kami away di Bandar Lampung, nanti. WANI !!!

BERITA LAINNYA