Insiden terjatuhnya Osvaldo Haay di kotak penalti Anak Bangsa yang berbuah gol Damian Lizio saat sesi uji coba Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo sore tadi (25/4). Persebaya tengah mengasah kemampuan menyerang jelang menjalani TC di Bali. (Persebaya)
Uji Coba, Persebaya Genjot Kemampuan Menyerang
Djanur Panasi “Mesin” Osvaldo

Persebaya mengalihkan fokus latihannya jelang menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali. Pelatih Djadjang Nurdjaman memberikan takaran lebih untuk pola menyerang. Mereka pun menjalani uji coba melawan Anak Bangsa di Stadion Gelora Bung Tomo sore tadi (25/4). Hasilnya, Green Force menang telak dengan skor 10-1 atas klub internal Persebaya tersebut.

Terkait tujuan uji coba kali ini, Djanur ingin sedikit menurunkan intensitas game yang dihadapi Misbakus Solikin dkk. Sebelumnya Persebaya sudah melakoni pertandingan dengan intensitas tinggi di ajang Piala Presiden 2019 lalu. “Kami mengganggap uji coba ini cooling down setelah empat pertandingan dengan tekanan tinggi masing-masing dua kali melawan Madura United dan Arema FC,” bebernya setelah ujicoba.

“Makanya kami memilih lawan dengan level yang jauh di bawah Persebaya. Sambil juga di-drill latihan menyerang. Dan terlihat cukup berhasil, banyak kombinasi serangan bagus yang tercipta sehingga bisa mencetak banyak gol,” imbuh Djanur.

Pernyataan pelatih 60 tahun ini merujuk beberapa kendala Persebaya sepanjang turnamen pra musim. Meski kerap tampil dominan dan menekan, peluang yang dibangun Persebaya dalam setiap pertandingan tak jarang terbuang karena kurang cermat dan tergesa-gesa.

Djanur juga menyiapkan Osvaldo Haay sebagai penyerang tengah. Bagi pemain berusia 20 tahun ini, posisi tersebut bukan sesuatu yang asing. Musim lalu dia sukses menjalani peran sebagai ujung tombak Persebaya. “Saya pikir dia memiliki mobilitas yang tinggi, punya skill dan cukup menjanjikan dalam posisi tersebut,” ungkap pelatih asal Majalengka ini.

Terbukti, dalam pertandingan ujicoba tadi Osvaldo sukses mencetak empat gol. Enam gol lainnya dipersembahkan Damian Lizio, Fandi Eko Utomo, Irfan Jaya, Rendi Irwan (2 gol), dan Elisa Basna.

Meski demikian, Djanur sangat menyayangkan gawang Persebaya harus kebobolan. Dia menilai hal itu terjadi karena para pemain kehilangan konsentrasi saat keasyikan menyerang. “Itu patut disayangkan, karena kurang konsentrasi. Itu yang masuk dalam evaluasi, akan kami perbaiki. Sebab pemain harus terus kompetitif dan tidak overconfident di belakang ketika menguasai bola,” jelasnya. (*)

BERITA LAINNYA