Irfan Jaya saat menerima penghargaan sebagai pemain muda terbaik pada closing ceremony Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Jumat (12/4).(Persebaya)
Irfan Pemain Muda Terbaik, Jalilov Top Scorer

Gelar Individu Jadi Cambuk untuk Lebih Baik

Gelaran turnamen pramusim Piala Presiden 2019 sudah berakhir. Persebaya harus puas menjadi runner-up setelah takluk 0-2 dari Arema FC pada leg kedua final di Stadion Kanjuruhan, tadi malam (12/4). Meski begitu, Persebaya membawa pulang dua gelar individu.

Irfan Jaya dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Piala Presiden 2019. Selain piala, dia juga mendapat uang pembinaan sebesar Rp 150 juta.

Selain itu, Persebaya juga menempatkan Manuchehr Jalilov sebagai top scorer turnamen dengan lima gol bersama Bruno Matos. Tak hanya sepatu emas, Jalilov berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan senilai Rp 150 juta.

"Alhamdulillah saya bersyukur bisa mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik. Saya juga tidak menyangka bisa mendapatkan gelar individu di Piala Presiden tahun ini," kata Irfan Jaya.

Gelar pemain muda terbaik ini merupakan gelar keduanya bersama Green Force. Sebelumnya Irfan Jaya menyabet gelar individu pemain muda terbaik pada Liga 2 2017 lalu. Kembali merengkuh gelar pemain muda terbaik membuat Irfan Jaya senang sekaligus berharap gelar itu bisa memotivasi tampil lebih baik. Dia memenangi gelar itu setelah performa apiknya di lini serang Persebaya.

Sepanjang Piala Presiden 2019 ini, Irfan Jaya turut menyumbang dua gol termasuk satu gol ke gawang Arema FC di final leg pertama. Sayang pemain asal Bantaeng ini gagal menceploskan bola ke gawang Arema FC tadi malam. Meski demikian, dia mengaku tak bisa terus memendam kekecewaan.

"Semoga gelar ini bisa menjadi motivasi bagi saya sendiri menghadapi kompetisi Liga 1 nanti. Dan ini juga atas dukungan dari tim serta support dari Bonek,  pendukung setia Persebaya," ujar Irfan Jaya. (*)

 

 

BERITA LAINNYA