Pesepakbola Bintang Timur Aris Fathur (kiri) mencoba lepas dari kawalan Helmi Aziz, pemain HBS, pada laga Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) musim lalu. Sebagai juara bertahan, Bintang Timur akan membuka kompetisi melawan Anak Bangsa di Lapangan Persebaya, Karanggayam besok sore (16/3). (Persebaya)
Kompetisi Kapal Api Persebaya Besok Bergulir
Siapkan Pemain untuk Elite Pro Academy, Geber KU-15

Kompetisi internal Persebaya bertajuk Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) 2019 mulai bergulir besok (16/3). Laga Bintang Timur, juara Seri A, melawan Anak Bangsa akan menjadi partai pembuka di Lapangan Persebaya, Karanggayam.

Selain kompetisi internal, Bidang Amatir Persebaya juga menghelat kompetisi Kelompok Umur (KU) 15. Kompetisi ini melengkapi pembinaan berjenjang di Persebaya.

Kompetisi internal Persebaya adalah salah satu kompetisi terbaik di Indonesia yang diselenggarakan klub. Kompetisi ini diikuti 20 klub internal. Dibagi menjadi Seri A dan Seri B. Musim lalu, Bintang Timur jadi yang terbaik di kasta tertinggi. Sedangkan Putra Surabaya merengkuh mahkota juara Seri B.

El Faza dan Polda Jatim yang menghuni peringkat 9 dan 10 Seri A terdegradasi ke Seri B. Posisi mereka digantikan oleh juara dan runner-up Seri B yakni Putra Surabaya dan Haggana.

Tak banyak perubahan regulasi di kompetisi yang menjadi kawah candradimuka tim Green Force itu. Diantaranya soal batasan usia maksimum pemain dipastikan tetap. Masing-masing klub, baik yang berlaga di kasta tertinggi (Seri A), maupun Seri B, hanya diperbolehkan memakai jasa pemain maksimum berusia 23 tahun.

“Untuk musim 2019 ini, klub-klub bisa mendaftarkan maksimal 40 pemain,” kata Supriyono, sekretaris bidang amatir Persebaya ketika ditemui di Mess Persebaya, Karanggayam siang tadi (15/3).

Dosen salah satu universitas negeri di Surabaya ini menjelaskan, kuota 40 pemain ditetapkan untuk mengakomodir pemain yang melimpah. Musim lalu, setiap klub wajib mendaftarkan minimal 18 pemain hingga maksimal 30 pemain. Karena sejumlah dipanggil memperkuat PS Kopa, membuat sejumlah klub kekurangan pemain.

Selain menghelat kompetisi internal untuk tim senior, Saleh Hanifah, Direktur Amatir Persebaya, mengungkapkan pihaknya juga menggelar kompetisi kelompok umur. Salah satunya kompetisi U-15.

“Event ini nantinya juga untuk pembentukan tim berdasarkan KU yang jadi program PSSI. Selain itu, kompetisi KU-15 bisa menjadi jalan masuk pemain-pemain ke ajang Kompetisi Elite Pro Academy yang digeber PSSI,” kata Saleh.

“Dengan memaksimalkan penyelenggaraan kompetisi tersebut, maka akan tercipta jenjang ideal untuk menjadi pemain Persebaya. Nanti jenjang menjadi lebih jelas. Artinya, kami juga mendukung penyelenggaraan kompetisi usia muda dari PSSI mulai Elite Pro Academy U-16, Liga 1 U-18, hingga Liga 1 U-20,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya kompetisi KU-15 dapat mengasah kemampuan pemain. Sebab mereka bakal mengantongi jam terbang tinggi ketimbang pemain seusianya yang lain. “Kami tidak ingin pemain-pemain yang nanti terjaring ke Elite Pro Academy kaget. Makanya mulai kami biasakan dengan memberi minute play,” tandas Saleh.

Kompetisi internal Persebaya konsisten menelurkan talenta-talenta hebat. Nama-nama seperti Rusdy Bahalwan, Rudy William Keltjes, Mustaqim, Maura Hally, Budi Yohanes, Yongki Kastanya, Yusuf Ekodono, Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, Budi Sudarsono dan Anang Ma'ruf, Andik Vermansah, Evan Dimas hingga Rachmat Irianto adalah generasi yang lahir dari kompetisi internal Persebaya. (*)

BERITA LAINNYA