PRODUKTIF: Gelandang Persebaya Misbakus Solikin (6) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Persinga di Stadion Ketonggo kemarin. Dia telah menyarangkan lima gol di Liga 2. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Satu Angka yang Mahal

PERSEBAYA Surabaya di tangan pelatih Angel Alfredo Vera belum terkalahkan. Meski tidak dalam kondisi 100 persen serta permainan lawan cukup keras menjurus kasar, klub berjuluk Green Force itu masih bisa mencuri satu angka dari Persinga Ngawi setelah bermain imbang 1-1 di Stadion Ketonggo, Ngawi, kemarin.

Tanpa Kurniawan Karman, Sidik Saimima, dan Thaufan Hidayat yang masih cedera, Persebaya bermain cukup baik selama babak pertama. Bahkan, mereka bisa mencetak gol pada menit kesembilan melalui sepakan bebas Misbakhus Solikin dari jarak 25 meter. Itu menjadi gol kelima Solikin di Liga 2.

"Pemain sudah menampilkan performa cukup bagus hari ini (kemarin, Red). Hanya kelelahan yang membuat fokus dan tempo sedikit kurang maksimal," jelas pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera kemarin.

Pernyataan pelatih asal Argentina itu memang benar. Rendi Irwan dkk mampu memegang kendali pada paro pertama. Sayang, permainan keras dan menjurus kasar yang diperagakan tuan rumah menyulitkan Persebaya yang masih kelelahan karena laga sebelumnya melawan PSBI Blitar (11/7).

Bahkan, laga tersebut membawa korban dengan cederanya Rendi Irwan dan Solikin yang terpaksa ditarik ke luar pada akhir babak pertama. Dua gelandang yang selama ini menjadi tulang punggung Persebaya itu digantikan Mei Handoko Prastiyo dan Ridwan Awaludin.

Begitu Rendi dan Solikin keluar, serangan Persebaya tidak begitu variatif. Dampaknya, Laskar Ketonggo - julukan Persinga- bisa mengimbangi mereka. Dengan fisik yang sudah terkuras, striker Persinga Slamet Haryadi mencetak gol penyeimbang skor pada menit ke-70.

Ya, pemain yang disapa Larso itu memanfaatkan miskomunikasi antara kiper Dimas Galih dan bek kanan Abu Rizal dalam mengantisipasi serangan balik via bola panjang. Bagi Persebaya, kerugian terbesar adalah terancam absennya Rendi dan Solikin. Mereka diragukan fit ketika bertandang ke Stadion Wilis, Madiun, menantang Madiun Putra (20/7).

"Dalam dua pertandingan terakhir (plus melawan PSBI, Red), kami seolah berhadapan dengan tim pencak silat. Padahal, fisik pemain kami kritis dengan jadwal yang sangat mepet. Inilah salah satu kekurangan pertandingan tanpa penonton," kata Manajer Persebaya Chairul Basalamah saat sesi jumpa pers setelah pertandingan.

Di sisi lain, pelatih Persinga M. Hasan mengakui, timnya terlalu bersemangat. Itulah yang membuat M. Zamnur dkk tampak bermain keras menjurus kasar. Apalagi melawan tim sekelas Persebaya.

"Jujur, kami sebetulnya ingin memanfaatkan fisik pemain Persebaya yang terkuras akibat jadwal padat. Namun, mereka justru bisa mencuri poin di sini. Kualitas Persebaya memang bagus," ungkap Hasan.

Karena gagal meraih poin penuh, Persebaya harus turun peringkat ke posisi kedua klasemen sementara grup 5 Liga 2. Sebab, dalam pertandingan lain, tuan rumah Madiun Putra kalah oleh tamunya, Martapura FC, 2-4 kemarin. Hasil itu membuat Martapura mengambil alih puncak dengan koleksi 13 poin. (io/c23/ham)

<

Story provided by Jawa Pos

<

BERITA LAINNYA