David da Silva tidak mampu keluar dari tekanan barisan belakang PSMS (Satriowcs for Persebaya)
Konferensi Pers PSMS vs Persebaya
Lambat Panas, Persebaya Tak Bisa Keluar dari Tekanan PSMS

Djadjang Nurdjaman hanya bisa tertunduk lesu saat memasuki ruang ganti pemain di Stadion Teladan Medan, malam ini (1/12). Pelatih Persebaya Surabaya itu seperti tidak menyangka akan kalah 0-4 di markas PSMS Medan. Kekecewaan pria yang akrab disapa Djanur itu juga dia tunjukan saat di sesi jumpa pers.

"Sangat kami sayangkan, dan kami tidak mengira bisa kalah dengan skor sebesar ini," kata Djanur penuh penyesalan. "Tapi, saya mau menegaskan bahwa, kami kalah karena kami benar-benar kalah. Kemenangan tuan rumah bukan karena ada yang memberi atau diberikan," tegasnya.

Djadjang Nurdjaman dalam sesi konfrensi pers usai pertandingan menghadapi PSMS Medan di Stadion Teladan pada Sabtu (1/12).(Satriowcs for Persebaya)

Menurut Djanur, kekalahan besar yang dialami oleh Persebaya tersebut karena Rendi Irwan dan kawan-kawan terlambat panas saat mengawali laga. "Tuan rumah bermain fight sepanjang laga. Karena mereka berambisi memenangkan pertandingan. Dan, saya harus akui bahwa kami kesulitan untuk keluar dari tekanan mereka," lanjutnya.

Senada dengan Djanur, bek kiri Persebaya Ruben Sanadi mengakui bahwa kemenangan besar tuan rumah tersebut adalah hasil dari kerja keras tim lawan. "Kami semua pemain mengakui kekalahan ini. Sejak awal, kami sudah sepakat untuk komitmen bahwa, kemenangan harus kami tanggung bersama, begitu juga kekalahan ini. Kami tidak mau mengkambing hitamkan siapa pun," tegas Ruben.

Di sisi lain, pelatih PSMS Medan, Peter Butler menyebutkan bahwa, kunci kemenangan mereka atas Persebaya tersebut adalah permainan lepas yang ditunjukan oleh para tim besutannya sepanjang laga. "Pemain kami sangat enjoy. Itu yang membuat mereka bermain lepas," kata pelatih asal Inggris itu. (*)

 

 

BERITA LAINNYA