Tim Indonesia Muda membidik kemenangan pada laga perdana putaran kedua Kompetisi Kapal Api Persebaya 2018. Mereka akan meladeni Al Rayyan di Lapangan Persebaya, Karanggayam, sore ini (11/8). (Persebaya)
Putaran Kedua Kompetisi Kapal Api 2018
Al Rayyan dan Indonesia Muda Tak Mau Berbagi Poin

PERBEDAAN posisi di klasemen membuat Al Rayyan dan Indonesia Muda siap bermain terbuka pada putaran kedua Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) 2018. Kedua tim mengusung misi meraih kemenangan pada laga di Lapangan Persebaya, Karanggayam, sore ini (11/8). Apalagi duel keduanya di putaran pertama berakhir sama kuat, 0-0.

Bagi Al Rayyan, mematok tiga poin untuk bangkit dari papan bawah klasemen sementara Seri A adalah target yang harus dipenuhi. Sebab, tim besutan Imam Yanto tersebut berada di posisi juru kunci dengan mengemas delapan poin. Dengan mengamankan tiga poin, maka Al Rayyan akan langsung bertengger di posisi ke tujuh klasemen sementara. Mereka bakal menggusur HBS, EL Faza, dan PSAL sama-sama mengoleksi sembilan poin.

“Kami siap karena kami ingin bangkit di putaran kedua. Kemarin itu kami banyak bermain seri, ada lima kali. Jadi kami akan main ngotot agar bisa mengambil poin maksimal,” jelasnya.

Menjadi juru kunci Kompetisi Kapal Api Persebaya 2018 membuat Al Rayyan bertekad bangkit di putaran kedua ini. (Persebaya)

Tentu misi ini tidak mudah bagi Al Rayyan untuk mengalahkan Indonesia Muda. Sebab juara bertahan tersebut juga bertekad untuk memangkas jarak dengan Bintang Timur yang memuncaki klaseman. Dengan torehan 15 poin, Indonesia Muda tertinggal empat angka dari Bintang Timur.

Indonesia Muda memiliki senjata rahasia berupa empat pemain baru. Hal tersebut dipercaya menambah kekuatan di putaran kedua ini, termasuk saat melawan Al Rayyan. “Ada pemain baru dan anak-anak ini punya kualitas yang bagus. Mereka bisa jadi pembeda dari putaran pertama sebelumnya,” ujar pelatih Indonesia Muda, Seger Sutrisno.

Meski demikian, Indonesia Muda tak menganggap remeh Al Rayyan. Pasalnya, meski berada di papan bawah klasemen sementara, Al Rayyan termasuk tiga tim dengan pertahanan terbaik di kompetisi. Terbukti, Al Rayyan hanya kemasukan tujuh gol.

“Kami tidak bisa melihat hanya dari klasemen, karena meskipun di papan bawah Al Rayyan lawan yang berat, jadi kami tetap waspada,” imbuh pria yang juga pelatih Persebaya U-17 tersebut. (*)

BERITA LAINNYA