Persebaya U-19 berlatih dibawah guyuran hujan dan suhu dingin di Australia Barat (foto: Persebaya)
Bakal Melawan Cuaca Buruk Sepanjang Hari
Menantang Tim U-19 Australia Barat Di Tengah Hujan Dan Cuaca Dingin

Ujian sebenarnya skuad Persebaya U-19 selama menjalani pemusatan latihan di Australia Barat, sepertinya akan terjadi di hari kelima. Sebab, selain lawan yang akan mereka hadapi nanti adalah tim seusia, Rifky Afryan Hartono dan kawan-kawan juga harus melawan sejumlah masalah nonteknis yang bakal menghadang. 

Ya, pukul 18.00 waktu Australia nanti, tepatnya di Walterpadbury Park, 126 Berehaven Avenue, Thornlie, Perth, Australia Barat, Green Force Muda -- julukan Persebaya U-19 -- akan menantang tuan rumah Tim U-19 Australia Barat. Mereka adalah tim yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti turnamen antar negara bagian Agustus mendatang. 

Foto: Persebaya

Menurut ramalan cuaca, Perth akan diguyur hujan deras dan angin kencang sepanjang hari dan suhu udara akan tetap dingin di angka 16 derajat celsius. "Cuaca tidak bersahabat untuk beberapa hari kedepan. Jadi, pertandingan nanti (hari ini, Red) dipastikan akan berlangsung di tengah hujan," kata Lolita Larasati, warga Indonesia yang sudah 19 tahun berada di Perth itu. Memang, mulai pagi tadi, hujan dengan angin kencang sudah menghantam Woodman Point, tempat Persebaya U-19 menginap.

Prediksi cuaca yang tidak bersahabat tersebut membuat Bejo Sugiantoro, pelatih Persebaya U-19 sempat was-was. Itu tidak lain, mereka harus melawan diri mereka sendiri. "Selain harus mempersiapkan skil dan formasi, kami juga harus menguatkan mental dan nyali pemain. Ini berarti, mereka harus melawan diri sendiri sebelum pertandingan," ucapnya. 

Legenda hidup Persebaya itu menuturkan, bermain di cuaca buruk dan hujan lebat, seringkali membuat strategi yang sudah direncanakan tereksekusi dengan baik di lapangan. Apalagi, Bejo mengakui bahwa dia masih buta dengan kekuatan lawan. Dengan begitu, pria asal Surabaya ini sudah mempersiapkan sejumlah formasi alternatif. 

Pria berusia 41 tahun itu menjelaskan bahwa, dalam laga ujicoba ke - tiga itu, dia akan tetap mempertahankan karakteristik Persebaya, yaitu bermain menyerang dengan formasi 4-3-3. Namun, bila kondisi tidak memungkinkan, mereka akan bermain bertahan menggunakan formasi 4-2-3-1 dan selanjutnya mengandalkan counter attack. 

"Tujuan kami datang ke sini hanya untuk belajar. Sehingga, kami tidak mengejar hasil saja. Melainkan, pemain harus bermain kolektif, komunikatif dan menjalankan instruksi pelatih dengan baik di lapangan," ucapnya. "Toh, kondisi semua pemain siap bertanding. Jadi, kalau ada kesempatan untuk mencetak banyak gol, tentu kami akan memaksimalkannya ," tegasnya. 

Caption

Seperti yang diketahui, selama menjalani pemusatan latihan di Perth, tim Persebaya U19 menggunakan metode bertahap. Game pertama melawan Lynwood SHS, sekolah yang siswanya mayoritas adalah imigran. Sekolah tersebut fokus membina siswanya untuk konsern di dunia olahraga, mirip seperti Diklat Ragunan di Jakarta. 

Nah, ujicoba melawan mereka pada Jumat (28/6) lalu yang berakhir dengan kemenangan Persebaya U-19 dengan skor 7-0 itu, hanya bertujuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan cuaca. Kemudian saat latihan melawan tim seleksi U-15 Australia Barat, Persebaya U-19 diminta membantu proses seleksinya, jadi ada timbal balik Persebaya juga membantu pemain Australia Barat yang lebih muda dalam proses pembentukan tim. (*)

BERITA LAINNYA