Di Penghujung acara kemarin (29/6) Green Force muda diundang ke Council House Perth
Diundang Khusus ke Council House

Skuad Persebaya U-19 baru dua hari berada di Perth, Australia Barat. Meski begitu, banyak sekali agenda yang mereka lakoni.  Setelah menjalani aktivitas padat, seperti latihan pagi di lapangan Hossack Reserve, mereka berkunjung ke Lynwood S.H.S sekaligus menjalani laga ekshibisi yang dimenangkan dengan skor 7-0.

foto: Persebaya

Berikutnya, mereka bergegas menuju Council House atau kantor walikota Perth. Tepatnya di lantai 11 bangunan yang beralamat  di  27 St Georges Terrace, Perth. Tim besutan Bejo Sugiantoro ini diundang khusus oleh Hon Bill Johnston MLA, Menteri Urusan Kerjasama Asia, Australia Barat. Dewi Gustina Tobing dan Presiden Persebaya, Azrul Ananda ikut menghadiri undangan tersebut. 

Dalam sambutannya, Bill kembali menegaskan bahwa, dia sangat senang dengan datangnya skuad Persebaya U-19 ke Perth tersebut. Sebab, dengan begitu, rasa rindunya akan Indonesia bisa terobati. "Karena saya pernah tinggal lama di Indonesia pada 1982. Ketika itu, saya ikut dalam pertukaran pelajar antara Indonesia dan Australia," ujar Bill

Menurutnya, kedatangan penggawa Persebaya U-19 tersebut adalah salah satu dari program kerjasama antara pemerintah Australia Barat dan Jawa Timur. "Karena ada empat universitas di Jawa Timur yang juga menjadi bagian dari kerjasama ini. Tapi, yang terpenting dari semua itu, adalah sama sama mencari persamaan di antara kita," tutur dia. 

foto: Persebaya

Di sisi lain, Presiden Persebaya, Azrul Ananda yang kebagian berbicara paling akhir, mengungkapkan bahwa, program memboyong skuad Persebaya U-19 ke Perth tersebut adalah langkah untuk membangun generasi masa depan. Sebab, yang didapatkan oleh para pemain bukan hanya soal sepak bola, melainkan pengalaman akan peradaban di negara lain. 

"Karena dengan bisa berlatih di Australia, mata dan pikiran mereka menjadi terbuka. Dan, akhirnya mereka mengerti tentang banyak hal," kata Azrul. "Toh, mereka semua tidak selamanya akan menjadi pemain bola. Jadi, setiap pribadi mereka juga harus disiapkan dengan baik, agar bisa menjawab tantangan zaman yang kian kompleks," tegasnya. 

Acara yang berlangsung dua jam dengan suasana kekeluargaan dan keakraban itu diakhiri dengan pembagian cendramata kepada semua pemain dan ofisial. Para pemain dan pelatih bahkan dipangil bergiliran seperti peserta wisuda. "Saya akhirnya tahu acara resmi dan protokoler pemerintah itu seperti apa," ungkap Aslan Wais, winger Persebaya U-19. (*)

BERITA LAINNYA