TINGGAL SELANGKAH: Oktafianus Fernando (kanan) meluapkan kegembiraan setelah berhasil menjebol gawang Persibo pada semifinal Dirgantara Cup tadi malam. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Kans untuk Lakukan Revans

PERSEBAYA Surabaya punya kans untuk revans atas kekalahan 1-2 oleh Cilegon United. Kesempatan itu terbuka setelah Persebaya dan Cilegon United dipastikan bentrok pada final Dirgantara Cup besok (8/3). Persebaya lolos setelah dalam laga semifinal di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tadi malam berhasil menaklukkan Persibo Bojonegoro tiga gol tanpa balas. Sementara itu, Cilegon United yang bertanding pada jam pertama menundukkan PS Mojokerto Putra dengan skor 2-1.

 

"Kemenangan yang penting. Kami memiliki kesempatan membalas kekalahan dari Cilegon United," kata Iwan Setiawan, pelatih Persebaya, setelah pertandingan.

 

Kemenangan kemarin juga terasa istimewa bagi manajemen Persebaya. Sebab, hari ini genap sebulan PT Jawa Pos Sportainment (PT JPS) mengakuisisi Persebaya. Sebagaimana diketahui, PT JPS resmi menjadi pemilik Persebaya pada 7 Februari lalu.

 

"Kami masih dalam proses membangun fondasi tim," kata Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda. Karena itu, Azrul berharap ekspektasi terhadap Mat Halil dkk harus tetap terjaga. "Usia tim ini di bawah manajemen yang baru masih sangat muda. Masih butuh banyak perbaikan untuk bisa membuatnya kian stabil dan sustainable," ujar Azrul.

 

Penampilan Persebaya terlihat berbeda jika dibandingkan saat kalah oleh Cilegon United di fase grup. Itu terjadi karena Iwan memenuhi janji untuk menurunkan komposisi terbaik tadi malam. Kehadiran Mat Halil, Dimas Galih, Sidik Saimima, dan Rachmat Afandi sebagai starter membuat Persebaya tampil lebih pede. Siswanto memang ditarik ke luar dan digantikan Irfan Jaya pada pertengahan babak pertama. Namun, permainan arek-arek Green Force tetap stabil.

 

Itu terbukti pada menit ke-23 saat Rendi Irwan menyodorkan assist kepada Rachmat Afandi. Umpan tersebut dapat dikonversi menjadi gol pembuka. Semenit menjelang babak pertama rampung, giliran umpan matang Abdul Aziz dari kanan penyerangan Persebaya yang bisa dituntaskan Rachmat. Persebaya menutup laga lewat gol Oktafianus Fernando pada menit ke-90. Mat Halil punya kontribusi atas lahirnya gol penutup tersebut.

 

"Fisik menjadi fokus kami jelang laga puncak Rabu (besok). Dengan kemenangan ini, saya harap motivasi para pemain bisa berlipat untuk revans melawan Cilegon United," sambung Iwan.

 

Pelatih Persibo Bambang Pramudji menyatakan bahwa kualitas Persebaya memang lebih baik. Menurut dia, persiapan yang mepet dan jadwal pertandingan yang padat menjadi kendala utama. "Skuad yang ada sekarang masih merupakan seleksi untuk Liga 3. Persebaya hari ini (kemarin) memberi kami pelajaran bagus sebagai bahan evaluasi," kata Bambang.

 

Di sisi lain, Arcan Iurie selaku arsitek Cilegon United mengaku tak sabar untuk jumpa Persebaya di final. "Berjumpa dengan Persebaya adalah tantangan. Tapi, kami tetap memosisikan diri sebagai non unggulan," ujar Arcan Iurie. (io/c19/bas)

Story provided by Jawa Pos
BERITA LAINNYA