SIAP TEMPUR: Dua pemain Persebaya, Ridwan Awaludin (kiri) dan Misbakhus Solikin, saat berlatih di Stadion UNY, Jogjakarta, kemarin (3/3). (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Ujian Konsistensi

BAGI pelatih Persebaya Surabaya Iwan Setiawan, duel melawan Cilegon United hari ini tidak hanya berarti penentuan tiket ke semifinal. Tetapi, laga tersebut juga menjadi ujian konsistensi permainan Mat Halil dkk.

 

Sebab, di mata Iwan, performa pasukannya kian baik di laga kedua grup B Dirgantara Cup saat mengalahkan Persbul Buol 1-0 pada Kamis lalu (2/3). Meskipun, margin kemenangan kalah jika dibandingkan dengan saat menundukkan PSN Ngada 4-2 pada laga pertama (28/2).

 

"Para pemain kian paham dengan skema defense-counter yang saya maui. Mereka kalah secara penguasaan bola, tetapi bisa melakukan serangan balik dengan cepat," kata Iwan di Sleman kemarin (3/3).

 

Karena itu, Iwan berharap agar progres itu terus bertambah saat meladeni Cilegon hari ini. Apalagi, lawan yang bakal dihadapi sama-sama tengah memburu tiket semifinal. Secara kekuatan tim, Cilegon yang ditangani Arcan Iurie setara dengan Persbul. Sebagaimana  diketahui, Green Force - julukan Persebaya- harus susah payah untuk bisa menundukkan Persbul.

 

Mereka diperkirakan tampil agresif untuk memburu kemenangan. Bahkan, tidak sekadar menang, Cilegon juga ingin mencetak gol sebanyak mungkin. Sebab, hanya dengan itulah cara paling aman untuk memastikan tiket ke semifinal.

 

Karena itu, barisan pertahanan Persebaya bakal mendapat ujian keras. Bahkan, kemungkinan yang paling keras daripada dua pertandingan sebelumnya.

 

Di sisi lain, tiga pilar pertahanan Green Force, yakni kiper Dimas Galih, bek kiri Mat Halil, dan bek kanan Abdul Aziz, sudah mengantongi kartu kuning. Empat pemain lainnya yang bernasib serupa adalah Sidik Saimima, Oktavianus Fernando, Abu Rizal, dan Irfan Jaya. Kalau sampai mendapat kartu serupa lagi, otomatis mereka bakal absen di semifinal.

 

Padahal, tantangan di semifinal sudah pasti lebih berat. Karena itu, Iwan berencana untuk kembali melakukan rotasi. Selain menghindarkan mereka yang sudah terkena kartu kuning dari kemungkinan absen di semifinal, rotasi dimaksudkan untuk menjajal kemampuan mereka yang menit bermainnya masih minim.

 

Di bawah mistar, misalnya, Miswar Saputra bisa jadi menggantikan Dimas. Sebab, selain telah mengantongi kartu kuning, Dimas mengalami masalah pada paha kanan. "Miswar juga telah menunjukkan perkembangan yang bagus selama bergabung dengan kami dan layak mendapat kepercayaan," kata pelatih kiper Miftahul Hadi.

 

Iwan menganggap kebijakan rotasi itu sangat masuk akal. Apalagi, peluang Green Force lolos ke babak empat besar sangat besar. "Bagaimanapun, semifinal memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi," kata Iwan.

 

Sementara itu, asisten pelatih Cilegon United Marwal Iskandar mengungkapkan, tidak akan mudah berhadapan dengan Persebaya. Meski vakum empat tahun, Green Force masih punya karisma dan kualitas yang tidak pernah luntur.

 

"Kami akan terus kejar sekecil apa pun peluangnya. Melawan Persebaya adalah tantangan berat yang harus bisa kami atasi," ucap mantan pemain Persebaya itu. (io/c4/ttg)

Story provided by Jawa Pos

BERITA LAINNYA