Miguel Pereira saat berselebrasi setelah berhasil membobol gawang PSS Sleman. (Persebaya)

Brace Perdana di GBT, Miguel Ingin Persebaya Segera Bangkit

Dua kali membobol gawang lawan di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi momen istimewa bagi Miguel Pereira. Namun, kegembiraan winger Persebaya itu tak sepenuhnya utuh. Brace yang dicetaknya saat menghadapi PSS Sleman, Minggu (18/10), hanya mengantar Green Force bermain imbang 2-2 pada pekan kelima Super League 2026/27.

Miguel tampil penuh selama 90 menit dan menjadi salah satu pemain paling menonjol di kubu Persebaya. Selain mencetak dua gol, pemain asal Portugal tersebut membukukan dua dribel sukses, dua tembakan, serta dua peluang yang diciptakannya. Kontribusi itu menunjukkan perannya dalam menjaga daya gedor Green Force hingga pertandingan berakhir.

Bagi Miguel, mencetak dua gol pertamanya di GBT menjadi kebahagiaan tersendiri. Sayangnya, hasil akhir belum sesuai dengan harapan tim dan para pendukung yang memadati stadion. Persebaya harus puas berbagi poin setelah dua kali tertinggal dan berjuang mengejar ketertinggalan.

“Saya senang bisa mencetak dua gol pertama saya di Stadion GBT. Sayangnya, kami belum bisa meraih tiga poin. Meski begitu, saya senang bisa membantu tim dan berharap bisa terus mencetak gol serta memberikan kontribusi lebih banyak ke depannya,” ujar Miguel.

Brace tersebut juga menjadi sinyal positif bagi Miguel dalam perjalanan awalnya bersama Persebaya. Didatangkan pada awal musim, pemain berusia 27 tahun itu membawa harapan besar untuk menambah daya gedor Green Force. Dua gol ke gawang PSS menjadi kontribusi penting yang diharapkan bisa menjadi pijakan untuk tampil lebih konsisten.

Meski demikian, Miguel menegaskan bahwa pencapaian individu tidak berada di atas kepentingan tim. Baginya, gol akan terasa lebih berarti jika mampu mengantarkan Persebaya meraih kemenangan. Ia ingin terus berkembang sekaligus membantu Green Force mengumpulkan poin demi poin sepanjang kompetisi.

“Dua gol ini tentu memberikan tambahan motivasi, tetapi prioritas utama saya tetap membantu tim meraih kemenangan,” tandasnya.

Dalam pertandingan melawan PSS, Persebaya harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan di kandang sendiri. Setelah sempat tertinggal, Green Force mampu menyamakan kedudukan melalui Miguel pada menit ke-36. Namun, PSS kembali unggul sebelum winger asal Portugal itu mencetak gol keduanya pada menit ke-90+2 untuk memastikan skor berakhir 2-2.

Perjuangan hingga menit akhir itu memperlihatkan daya juang Persebaya. Meski demikian, Miguel menilai timnya memiliki peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kekecewaan atas hasil imbang pun tak bisa disembunyikan, terlebih setelah para pemain berusaha keras sepanjang pertandingan.

“Saya merasa kecewa dengan hasil imbang melawan PSS Sleman karena menurut saya kami layak mendapatkan hasil yang lebih baik. Itu merupakan salah satu pertandingan terbaik kami musim ini,” jelasnya.

“Namun, inilah sepak bola. Terkadang hasil pertandingan tidak sesuai dengan apa yang sudah kami usahakan. Saya berharap pada pertandingan berikutnya kami bisa meraih tiga poin,” tambahnya.

Persebaya kini harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Bajol Ijo dijadwalkan bertandang menghadapi PSM Makassar pada Kamis (22/10). Miguel berharap tim bisa menjadikan laga kontra PSS sebagai bahan evaluasi sekaligus modal untuk tampil lebih baik.

Ia optimistis proses yang dijalani bersama rekan-rekannya akan membawa perkembangan positif. Bagi Miguel, yang terpenting adalah terus bekerja keras, menjaga kepercayaan diri, dan memastikan kontribusi di lapangan semakin mendekatkan Persebaya pada kemenangan.

“Saya yakin, seiring berjalannya waktu, permainan kami akan semakin baik,” pungkas Miguel. (*)

BERITA LAINNYA