Skuad Persebaya U-13 saat menghadapi Energi Bintang Riau (EBR) FC di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara, Kamis (15/10). (Istimewa)

Dua Kali Tertinggal, Coach Agus Angkat Topi Mental Persebaya U-13

Persebaya U-13 menunjukkan mental pantang menyerah pada laga pembuka Grup A Putaran Nasional Piala Soeratin 2026. Dua kali tertinggal dari Energi Bintang Riau (EBR) FC, Green Force muda terus berjuang hingga akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2 di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara, Kamis (15/10).

Perjuangan itu tidak berjalan mudah. Persebaya harus mengakhiri babak pertama dalam posisi tertinggal 0-1 setelah gawang Muhammad Sa’id dibobol melalui skema tendangan bebas. Situasi tersebut menuntut anak asuh Agus Priyono untuk tampil lebih berani pada babak kedua.

Respons positif langsung ditunjukkan Green Force muda. Persebaya meningkatkan intensitas serangan dan terus mencari celah di pertahanan lawan. Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-46 melalui Muhammad Fairuz Azzam. Tendangan kerasnya sukses merobek gawang EBR sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.

Namun, pertandingan belum selesai. EBR kembali unggul pada menit ke-64 dan membuat Persebaya harus kembali mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan.

Dalam situasi tersebut, semangat juang para pemain kembali diuji. Alih-alih menyerah, Persebaya terus berusaha mencari gol penyeimbang. Perjuangan itu akhirnya terbayar pada menit ke-70 ketika Muhammad Aqiel mencetak gol yang memastikan pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Pelatih Persebaya U-13, Agus Priyono, mengapresiasi daya juang yang ditunjukkan anak asuhnya. Ia menilai kemauan pemain untuk terus berusaha meski dua kali tertinggal menjadi hal positif yang patut diapresiasi.

"Jujur, saya angkat topi untuk semangat juang anak-anak. Dalam pertandingan ini, kami dua kali tertinggal, tetapi mereka tidak kehilangan semangat dan terus berusaha sampai bisa menyamakan kedudukan," ujar Coach Agus.

Meski demikian, Coach Agus menyadari masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi. Menurutnya, pertandingan pertama di turnamen nasional selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Hasil imbang ini patut disyukuri, tetapi evaluasi tetap diperlukan agar Persebaya U-13 bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

"Pertandingan pertama tentu tidak mudah, apalagi di level nasional dengan lawan-lawan yang memiliki kualitas. Kami bersyukur bisa mendapatkan satu poin setelah berjuang sampai akhir. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, baik dalam menjaga konsentrasi maupun menjalankan permainan," pungkas Coach Agus.

Persebaya U-13 melangkah ke Putaran Nasional Piala Soeratin 2026 setelah menjuarai Piala Soeratin Zona Jawa Timur. Keberhasilan tersebut menjadi bekal bagi Green Force muda untuk menguji kemampuan menghadapi tim-tim dari daerah lain.

Pada fase nasional, Persebaya tergabung di Grup A bersama EBR FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan ASIOP. Hasil imbang pada pertandingan pembuka menjadi modal awal sekaligus pengingat bahwa perjuangan masih panjang. (*)

BERITA LAINNYA