Tiga poin yang sudah berada di depan mata akhirnya lepas pada menit-menit akhir. Persebaya harus puas berbagi angka dengan Garudayaksa FC setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9), berakhir 1-1. Gelandang Green Force, Toni Firmansyah, pun menyampaikan permintaan maaf kepada Bonek dan Bonita yang telah memberikan dukungan sepanjang laga.
Persebaya lebih dulu membuka keunggulan melalui Alex Martins pada menit ke-84. Sundulan penyerang asal Brasil itu sempat membuat GBT bergemuruh dan membawa Green Force berada di jalur kemenangan.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit. Garudayaksa memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89. Gawang Reza Arya pun akhirnya kembali bergetar dan Persebaya harus menerima satu poin.
Sebelumnya, Persebaya sempat mencetak gol lebih awal melalui Miguel Pereira pada awal babak kedua. Namun, setelah melalui pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena Miguel berada dalam posisi offside.
Hasil tersebut tentu tidak sesuai dengan harapan Persebaya maupun Bonek dan Bonita. Toni pun menyadari kekecewaan yang dirasakan suporter yang hadir langsung di GBT.
“Pertama-tama mungkin saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita. Tentunya hasil yang tidak kita inginkan sore ini,” ucap Toni dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.
Pemain asal Benowo itu menegaskan bahwa seluruh pemain telah berjuang untuk mengamankan tiga poin. Sepanjang pertandingan, Green Force terus berusaha membangun serangan dan menciptakan peluang hingga akhirnya berhasil unggul menjelang akhir laga.
Namun, satu momen di penghujung pertandingan membuat kemenangan yang sudah berada dalam genggaman harus berubah menjadi hasil imbang.
“Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan tiga poin. Kami sudah bekerja keras, berjuang sampai akhir, dan mencoba menjalankan instruksi pelatih. Tetapi memang hasil akhirnya belum sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ujar Toni.
Toni mengakui hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemain. Terlebih, Persebaya harus belajar menjaga konsentrasi ketika pertandingan sudah memasuki menit-menit akhir.
“Ini menjadi pelajaran bagi kami semua. Kami harus lebih fokus sampai pertandingan benar-benar selesai dan tidak boleh kehilangan konsentrasi. Kami akan evaluasi bersama supaya kesalahan seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.
Meski kecewa, Toni ingin rekan-rekannya segera bangkit. Menurutnya, perjalanan Super League 2026/2027 masih panjang dan Persebaya harus menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses untuk berkembang.
“Kami memang kecewa karena gagal mendapatkan tiga poin. Tetapi kita harus tetap bersama, terus bekerja keras, dan memperbaiki apa yang masih kurang. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan selanjutnya,” tandasnya. (*)