LANGKAH AWAL: Selebrasi Rachmat Afandi setelah membobol gawang PSN Ngada diikuti Thaufan Hidayat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Sejarah Indah Persebaya

SEJARAH indah itu akhirnya ditorehkan Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (28/2). Tim berjuluk Green Force tersebut menandai kembalinya mereka ke kancah persepakbolaan tanah air setelah tak berkompetisi empat tahun dengan kemenangan 4-2 (2-1) atas PSN Ngada.

 

Bukan cuma angka penuh yang diraih dalam laga pertama grup B Dirgantara Cup tersebut. Persebaya juga mendapatkan segala hal yang dibutuhkan sebagai bagian persiapan menuju Liga 2: lawan yang memberikan perlawanan sepadan, ketajaman yang teruji, dan lini belakang yang perlu pembenahan.

 

"Kami bersyukur bisa menang. Tapi, kami harus berbenah karena dua lawan berikutnya, Persbul Buol dan Cilegon United, kualitasnya lebih baik," kata Mat Halil, bek kiri sekaligus kapten Persebaya.

 

Salah satu hal yang harus dibenahi adalah koordinasi pertahanan. Kemarin, belum primanya koordinasi itu terutama terlihat di menit-menit awal pertandingan.

 

Contohnya terlihat dalam proses gol pertama PSN pada menit ketiga. Akselerasi Valentinus Saetoli tak dapat dihadang bek kanan Abdul Aziz. Umpan silang Valentinus yang sempat membentur winger Persebaya Fani Aulia lantas disontek Oktavianus Wou ke dalam gawang Dimas Galih.

 

"Gol tersebut seharusnya tidak terjadi bila ada komunikasi lebih intens di lini belakang. Itulah PR (pekerjaan rumah) kami untuk laga selanjutnya," kata Iwan.

 

Sisi positifnya, setelah gol cepat itu, Mat Halil dkk terlecut. Performa mereka kian baik. Serangan mengalir dengan cepat, terutama memanfaatkan lebar lapangan.

 

Empat gol Persebaya yang tercipta juga memperlihatkan variasi gedoran mereka. Gol pertama oleh Thaufan Hidayat pada menit ke-21, misalnya, berawal dari penetrasi di sayap kanan.

 

Gol kedua oleh Rachmat Afandi (40’) berawal dari solo run dari tengah lapangan yang diakhiri melalui tembakan dari luar kotak penalti. Fani Aulia mencetak gol ketiga 12 menit berselang dari tepi kotak penalti.

 

Kemudian, gol keempat oleh Irfan Jaya tercipta melalui eksekusi tembakan bebas dari jarak 25 meter. PSN yang akan berkompetisi di Liga 3 memperkecil ketertinggalan dari titik penalti setelah Misbakhus Solikin melanggar Oktavianus Wou di area terlarang pada menit ke-70.

 

Fani mengatakan bahwa dirinya dan rekan-rekan awalnya memang gugup. "Tapi, karena ini adalah langkah awal Persebaya dan suporter telah mendukung kami dengan setia, spirit kami langsung bangkit," kata Fani.

 

Kemenangan kemarin membawa Persebaya menduduki posisi teratas klasemen grup B. Di laga berikutnya besok (2/3), Persebaya akan menghadapi Persbul yang sama-sama berasal dari Liga 2.

 

Kedua tim terakhir bertemu dalam uji coba di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Ketika itu, Persebaya menang 2-0. Kalau menang lagi besok, kans menuju semifinal semakin terbuka.

 

Terpisah, pelatih PSN Ngada Kletus Gabhe mengakui bahwa timnya memang lebih inferior secara teknik permainan daripada Persebaya meski sempat unggul cepat. "Meski tipis, peluang kami untuk maju ke babak selanjutnya masih ada. Kekalahan hari ini adalah pelajaran berharga untuk evaluasi," tutur Kletus.

Story provided by Jawa Pos
BERITA LAINNYA