Diogo Ramalho dan Miguel Pereira ketika tiba di Bandara Thailand untuk menatap pemusatan latihan. (Persebaya)

Pemusatan Latihan di Thailand, Final Touch Persebaya Jelang Musim 2026/ 2027

Persebaya memasuki tahap akhir preseason menjelang Super League 2026/ 2027. Francisco Rivera dkk kini sedang berada di Thailand untuk menjalani pemusatan latihan. Berangkat Selasa (18/8), mereka akan kembali ke Surabaya Kamis depan (27/8).

Persebaya memulai rangkaian preseason pada pekan pertama Juli lalu. Sepanjang preseason, total Persebaya sudah menjalani tujuh pertandingan, termasuk lima pertandingan Piala Presiden yang berhasil dijuarai Rivera dkk.

Kini, seluruh data dan catatan yang didapatkan selama sekitar sebulan preseason, akan dievaluasi dan diperbaiki selama di Thailand. 

“Target kami di pemusatan latihan ini adalah mempersiapkan tim dengan intensitas yang tinggi,” kata Coach Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal tersebut juga melihat pemusatan latihan sebagai kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih kuat antarpemain. Selama berada di Thailand, seluruh anggota tim akan menjalani aktivitas bersama dalam lingkungan yang lebih intens.

“Ketika berada di Indonesia, terkadang kami hanya bertemu saat latihan dan pertandingan. Di sini, para pemain bersama hampir 24 jam. Situasi seperti ini membuat hubungan antarpemain lebih mudah terbangun. Kami membutuhkan kebersamaan seperti sebuah keluarga, karena ketika menghadapi masa-masa sulit, kami membutuhkan satu sama lain,” tutur pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Kondisi tersebut dinilai penting bagi Persebaya. Kompetisi yang panjang akan menghadirkan berbagai situasi, termasuk masa-masa sulit yang membutuhkan kekuatan kolektif di dalam tim.

Sementara, pemilihan Thailand sebagai lokasi pemusatan latihan juga memiliki pertimbangan tersendiri. Coach Tavares ingin para pemain merasakan lingkungan baru sekaligus menghadapi tantangan yang berbeda dari rutinitas di Surabaya.

“Pemusatan latihan di negara yang berbeda juga memberikan motivasi baru bagi pemain. Lingkungan baru, lawan yang berbeda, dan suasana latihan yang berbeda akan membantu kami berkembang. Itu yang kami inginkan dari proses ini,” tandasnya.

Selain aspek fisik dan taktik, Coach Tavares memberikan perhatian besar terhadap mentalitas pemain. Menurutnya, membangun tim yang kuat membutuhkan pemain yang mampu memahami peran masing-masing sekaligus memiliki kemauan untuk berjuang bersama.

“Target lainnya adalah membangun mentalitas pemain agar mereka bisa memberikan lebih banyak untuk tim. Kami ingin mereka memahami arti menjadi pemenang sekaligus menjadi rekan setim yang baik,” jelasnya. (*)

BERITA LAINNYA